Rusia Hantam Kyiv dengan Gelombang Serangan Terbesar, Satu Tewas dan Puluhan Terluka
Baca dalam 60 detik
- Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke Kyiv yang berlangsung berjam-jam, menyebabkan satu korban jiwa dan puluhan luka-luka.
- Seluruh 10 distrik di ibu kota Ukraina terkena dampak, dengan kerusakan parah pada bangunan tempat tinggal dan fasilitas umum.
- Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dalam perang yang terus memanas, sementara Ukraina juga meningkatkan serangan drone jarak jauh ke sasaran militer Rusia.

Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Kyiv pada Kamis dini hari, menghujani ibu kota Ukraina dengan rudal balistik, jelajah, dan drone yang menyebabkan ledakan dahsyat dan getaran hebat selama berjam-jam. Serangan ini menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 11 warga, menurut otoritas setempat.
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi bahwa bangunan tempat tinggal rusak parah di sejumlah distrik. Wali Kota Vitali Klitschko melaporkan lima orang cedera di Distrik Shevchenkivskyi, termasuk seorang paramedis dalam kondisi kritis. Di Distrik Desnianskyi, warga terjebak di dalam gedung apartemen sembilan lantai yang rusak, sementara tim penyelamat berusaha menjangkau lokasi. Kebakaran juga terjadi di atap gedung bertingkat di Holosiivskyi serta di rumah-rumah di Sviatoshynskyi dan Darnytskyi.
Serangan ini merupakan bagian dari peningkatan intensitas serangan Rusia terhadap Kyiv dalam beberapa pekan terakhir. Di sisi lain, Ukraina juga menggencarkan kampanye drone jarak jauh yang menargetkan instalasi militer dan fasilitas energi Rusia, menyebabkan kelangkaan bahan bakar dan gangguan rantai pasok di dalam negeri Rusia. Eskalasi ini menandai babak baru dalam perang yang telah berlangsung lebih dari setahun, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan di luar garis depan.
Bagi Indonesia, konflik ini mengingatkan pada pentingnya menjaga stabilitas kawasan dan kedaulatan negara. Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur publik di Kyiv mencerminkan dampak kemanusiaan yang meluas dari perang, yang juga berpotensi mempengaruhi harga energi global dan rantai pasok pangan. Indonesia, sebagai negara yang menganut politik bebas aktif, terus mendorong penyelesaian damai melalui jalur diplomasi.
Klitschko mendesak warga untuk tetap tinggal di tempat perlindungan, menggambarkan serangan itu sebagai "serangan musuh yang dahsyat". Sementara itu, tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban dan memadamkan api di sejumlah lokasi. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Rusia mengenai serangan ini, namun Moskow sebelumnya mengklaim bahwa target mereka adalah infrastruktur militer Ukraina, bukan warga sipil.
Ke depan, pertanyaan besar adalah apakah gelombang serangan ini akan berlanjut dan bagaimana respons Ukraina serta sekutunya. Dengan musim dingin yang mendekat, serangan terhadap infrastruktur energi Kyiv dapat memperburuk krisis kemanusiaan. Dunia menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak, sementara warga Kyiv kembali dihadapkan pada kenyataan pahit perang yang tak kunjung usai.



