Tottenham Jual Bek Muda Rp850 M untuk Danai Perburuan Sandro Tonali
Baca dalam 60 detik
- Tottenham mencapai kesepakatan dengan Brighton untuk transfer Luka Vušković senilai £50 juta, yang akan digunakan untuk mendanai pembelian gelandang Newcastle Sandro Tonali.
- Kepergian Vušković, bek muda Kroasia yang belum menembus tim utama Spurs, memberikan fleksibilitas finansial signifikan di bawah aturan Profit and Sustainability (PSR) Premier League.
- Manajer Tottenham Roberto De Zerbi kini mendapat lampu hijau untuk bergerak agresif merekrut Tonali, yang nilai total paket kontrak enam tahunnya diperkirakan mendekati £200 juta.

Tottenham Hotspur mengambil langkah berani di bursa transfer musim panas dengan melepas bek muda potensial Luka Vušković ke Brighton & Hove Albion senilai hingga £50 juta (sekitar Rp850 miliar), demi membuka jalan bagi perekrutan gelandang bintang Newcastle United, Sandro Tonali.
Kesepakatan yang diumumkan oleh pakar transfer Fabrizio Romano pada Rabu (1/7/2026) ini menjadi sinyal bahwa Spurs serius memperkuat lini tengah di bawah asuhan Roberto De Zerbi. Brighton membayar biaya tetap £46 juta ditambah klausul penjualan kembali yang bisa mendongkrak total nilai transfer melebihi £50 juta. Vušković, yang belum pernah tampil reguler di tim utama Tottenham, dianggap memiliki potensi besar setelah tampil impresif selama masa peminjaman di Hamburg SV musim lalu hingga masuk dalam Tim Terbaik Bundesliga 2.
Penjualan ini memberikan kelegaan finansial bagi Tottenham di bawah aturan Profit and Sustainability (PSR) Premier League. Dengan dana segar tersebut, Spurs disebut siap bergerak "all in" untuk mengamankan tanda tangan Tonali dari Newcastle. Sebelumnya, Tottenham telah menggelontorkan dana £85 juta untuk merekrut Mateus Fernandes, dan kini mereka dikabarkan telah menyiapkan tawaran perbaikan sekitar £90 juta untuk Tonali. Namun, nilai total paket kontrak enam tahun—termasuk gaji, biaya agen, dan bonus—diperkirakan bisa menembus angka £200 juta.
Bagi Brighton, merekrut Vušković adalah langkah cerdas yang sesuai dengan reputasi klub sebagai tempat pengembangan pemain muda. Bek tengah berusia 19 tahun itu dikenal memiliki kemampuan distribusi bola yang baik, dominasi udara, serta ketenangan dalam tekanan—profil yang cocok dengan filosofi Brighton. Sementara bagi Tottenham, melepas pemain berpotensi tinggi seperti Vušković memang berisiko, tetapi keputusan ini mencerminkan prioritas De Zerbi yang ingin memperkuat tim utama sekarang daripada menunggu potensi jangka panjang.
Menurut Romano, Vušković sendiri dikabarkan mendorong kepindahan ke Brighton demi mendapatkan menit bermain yang lebih terjamin. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Spurs memiliki rencana jangka panjang, mereka tidak bisa menahan pemain yang menginginkan kesempatan lebih. Di sisi lain, keberhasilan menjual pemain yang belum membuktikan diri di Premier League dengan harga selangit menunjukkan kecerdasan Tottenham dalam memanfaatkan pasar pemain muda Eropa.
Dengan dana segar di tangan, Tottenham kini memiliki modal untuk bersaing dengan klub-klub besar lain yang juga mengincar Tonali. Newcastle sendiri diperkirakan enggan melepas gelandang Italia tersebut dengan harga murah, mengingat perannya yang vital di lini tengah The Magpies. Namun, godaan tawaran sekitar £90 juta plus potensi total paket yang sangat besar bisa membuat mereka berubah pikiran.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League menggunakan strategi penjualan pemain muda untuk mendanai pembelian bintang. Model bisnis seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam mengelola aset pemain dan membangun tim yang kompetitif secara finansial.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Tonali akan menjadi kepingan terakhir yang menyempurnakan skuad De Zerbi, atau justru Tottenham akan kembali menghadapi kegagalan di bursa transfer seperti musim-musim sebelumnya. Satu hal yang pasti: dengan dana £50 juta dari penjualan Vušković, Spurs kini memiliki amunisi lebih untuk bernegosiasi.



