Chelsea Rebut Marco Palestra dari Inter Milan: Mahar £47 Juta dan Sinyal Taktik Xabi Alonso
Baca dalam 60 detik
- Chelsea mengamankan bek kanan Italia Marco Palestra dari Atalanta dengan biaya £47 juta, mengalahkan tawaran Inter Milan.
- Pemain 21 tahun itu menjadi rekrutan pertama era Xabi Alonso, yang kemungkinan akan menggunakan formasi tiga bek di Stamford Bridge.
- Palestra, yang dinobatkan sebagai bek terbaik Serie A musim lalu, menunjukkan performa dribel dan sprint terbaik di antara bek Eropa.

Chelsea resmi mendatangkan Marco Palestra, bek kanan muda Italia, dari Atalanta dengan nilai transfer mencapai £47 juta termasuk bonus. Langkah ini sekaligus menggagalkan rencana Inter Milan yang sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan pemain berusia 21 tahun tersebut.
Palestra menandatangani kontrak berdurasi enam tahun dengan opsi perpanjangan satu musim. Ia menjadi pembelian pertama sejak Xabi Alonso ditunjuk sebagai manajer Chelsea. Dalam pernyataannya, Palestra mengaku terpikat oleh proyek klub dan visi Alonso. “Banyak hal yang meyakinkan saya bergabung dengan Chelsea, salah satu klub terbaik di dunia,” ujarnya.
Kepindahan ini mengejutkan karena Palestra sebelumnya disebut-sebut akan kembali ke Inter Milan, klub masa kecilnya. Namun, Chelsea bergerak cepat dengan menawarkan paket gaji yang lebih besar dan nilai transfer di atas tawaran Inter yang hanya £43 juta. Atalanta sendiri sebenarnya ingin mempertahankan pemain didikannya, sementara Juventus, Napoli, dan Roma juga dikaitkan dalam beberapa bulan terakhir.
Palestra menghabiskan musim lalu dengan status pinjaman di Cagliari dan dinobatkan sebagai Bek Terbaik Serie A. Performanya yang impresif membawanya menjalani debut bersama timnas Italia pada play-off Piala Dunia yang penuh tekanan. Mantan direktur olahraga Cagliari, Guido Angelozzi, memuji kematangan dan rasa ingin tahu Palestra. “Dia pemain yang sopan, tenang, dan sangat serius dalam pekerjaan sehari-hari. Sifat-sifat itu pasti terbawa ke lapangan,” kata Angelozzi.
Kedatangan Palestra juga memberikan petunjuk awal mengenai taktik yang akan diterapkan Alonso. Pelatih asal Spanyol itu sukses menggunakan formasi tiga bek saat membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga 2024. Palestra, yang bisa bermain sebagai full-back atau wing-back, bahkan memulai kariernya sebagai gelandang tengah, memberikan fleksibilitas taktis yang berharga.
Chelsea masih memiliki agenda belanja lain. Prioritas berikutnya adalah mendatangkan bek tengah, dengan Maxence Lacroix dari Crystal Palace sebagai target utama. Selain itu, klub juga tengah menjajaki kemungkinan merekrut bek sayap Rayo Vallecano, Pep Chavarria. Namun, tawaran sebesar £8 juta untuk kapten Sunderland, Granit Xhaka, telah ditolak. Kesepakatan untuk striker Emmanuel Emegha (Strasbourg) dan winger Geovany Quenda (Sporting) sudah di depan mata, sementara gelandang Strasbourg Valentin Barco diharapkan segera bergabung.
Di sisi lain, Chelsea harus melakukan perombakan skuad setelah finis di peringkat ke-10 Premier League musim lalu dan gagal lolos ke Eropa. Gelandang Enzo Fernandez dikabarkan ingin hengkang dan diminati Real Madrid, sementara Como melakukan pendekatan untuk Trevoh Chalobah. Masa depan sejumlah pemain seperti Alejandro Garnacho, Liam Delap, Wesley Fofana, Malo Gusto, dan Tosin Adarabioyo juga belum jelas.
Bagi sepak bola Indonesia, langkah Chelsea merebut pemain muda potensial seperti Palestra menjadi contoh bagaimana klub besar Eropa berinvestasi pada talenta muda dengan data performa yang solid. Palestra, yang naik dari kasta ketiga Italia ke Premier League dalam tiga tahun, menunjukkan bahwa jalur karier pemain bisa melesat cepat jika ditempatkan di lingkungan yang tepat. Pertanyaan besarnya: akankah Alonso mampu mengoptimalkan potensi Palestra dan membawa Chelsea kembali ke papan atas?



