Tiga Anggota DPRD TTU Diduga Intimidasi Dokter Icha: Depresi Berat hingga Akhiri Hidup
Baca dalam 60 detik
- Tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara diduga mengintimidasi dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (Dokter Icha) saat bertugas di IGD RS Leona, yang diduga memicu depresi berat hingga ia mengakhiri hidup.
- Para terduga pelaku berasal dari tiga partai berbeda: Therensius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP); polisi telah menjadwalkan pemeriksaan.
- Partai politik pengusung telah menyatakan akan memberikan sanksi disiplin, mulai dari teguran hingga pemecatan, jika terbukti bersalah, sementara aparat hukum diharapkan mengusut tuntas.

Depresi berat yang dialami dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa Dokter Icha, diduga dipicu oleh intimidasi tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Tenaga medis di RS Leona Kefamenanu itu ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri setelah sebelumnya menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis yang akut.
Peristiwa bermula pada 13 Juni lalu, saat Dokter Icha menangani seorang anak korban gigitan ular hijau di Instalasi Gawat Darurat. Tiga politisi daerah—Therensius Lazakar dari Partai Golkar, Robert Tubani dari PKB, dan Veronika Lake dari PDIP—datang ke rumah sakit dan diduga membentak korban dengan nada keras. Juru bicara keluarga, Fabianus Banase, mengungkapkan bahwa saat membentak, tercium bau alkohol dari para pelaku. Sebuah foto juga dikirimkan kepada keluarga sebagai bukti.
Tekanan psikologis yang diterima Dokter Icha tidak berhenti di ruang IGD. Rekan sejawat dan keluarga melihatnya menangis di rumah sakit beberapa waktu setelah kejadian. Tak lama kemudian, ia ditemukan dalam kondisi lemah di tempat tinggalnya dan akhirnya meninggal dunia. Paman korban, Victor Manbait, menegaskan bahwa Dokter Icha masih dalam ketakutan akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas.
Veronika Lake membantah terlibat langsung dalam intimidasi. Ia mengklaim tidak ikut masuk ke ruang ICU dan menyatakan bahwa dua rekannya sudah meminta maaf kepada manajemen RS dan Dokter Icha. Namun, pernyataan tersebut tidak mengubah fakta bahwa tekanan psikologis telah terjadi. Sementara itu, partai politik mulai bereaksi. Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyatakan akan menjatuhkan sanksi kepada Veronika Lake, mulai dari teguran hingga pemecatan. Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh, menekankan bahwa intimidasi terhadap tenaga kesehatan tidak dapat dibenarkan dan memastikan partainya akan memanggil Robert Tubani untuk klarifikasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, juga telah meminta DPD Golkar memanggil Therensius Lazakar untuk mendalami kasus ini.
"Apakah betul ada intimidasi dan apakah intimidasi itu sampai berujung pada keputusan seseorang untuk melakukan tindakan," ujar Muhammad Sarmuji, menggarisbawahi perlunya pembuktian yang cermat.
Kasus ini menjadi pengingat akan kerentanan tenaga kesehatan di Indonesia terhadap tekanan dari pihak yang memiliki kekuasaan. Di tengah upaya pemerintah memperkuat perlindungan hukum bagi tenaga medis, insiden di TTU ini menunjukkan bahwa implementasi di lapangan masih jauh dari harapan. Publik kini menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum dan partai politik untuk memastikan keadilan bagi Dokter Icha dan mencegah terulangnya intimidasi serupa di masa depan.



