Jerman Incar Revans atas Prancis, Paraguay Jadi Batu Loncatan Pertama
Baca dalam 60 detik
- Pendukung timnas Jerman di Boston optimistis tim kesayangannya bisa melewati Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026, meski performa belum stabil.
- Pertemuan dengan Prancis di babak berikutnya dianggap sebagai ujian sesungguhnya, mengingat lini depan Les Bleus yang ditakuti.
- Pelatih Paraguay berjanji akan mengulang kejutan seperti saat mengalahkan Argentina dan Brasil di kualifikasi untuk menjegal Der Panzer.

Ribuan suporter Jerman yang berkumpul di Boston, Amerika Serikat, pada Minggu (28/6) menyuarakan keyakinan bahwa tim kesayangan mereka akan melibas Paraguay pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, Senin (29/6). Namun, di balik optimisme itu, bayang-bayang duel kontra Prancis di babak selanjutnya sudah mulai menghantui.
Tim Nikolayzik, seorang pekerja keuangan asal Bremen yang kini menetap di New York, mengakui laga kontra Paraguay tidak akan berjalan mudah. "Pertandingan tidak akan indah, tapi hasil akhir yang penting. Mereka harus bertarung keras," ujarnya. Meski begitu, ia yakin Jerman, yang pernah empat kali juara dunia, mampu menundukkan tim asal Amerika Selatan yang baru kembali ke panggung Piala Dunia setelah 16 tahun absen.
Perjalanan Jerman di fase grup musim ini memang naik-turun. Mereka menghancurkan Curacao 7-1 di laga pembuka, tetapi kemudian harus susah payah membalikkan keadaan saat melawan Pantai Gading, dan akhirnya kalah 2-1 dari Ekuador di pertandingan terakhirโmeski saat itu sudah memastikan tiket ke babak 32 besar. Capaian ini setidaknya lebih baik dari dua edisi sebelumnya (2018 dan 2022) yang berakhir dengan kegagalan di fase grup.
Di bawah asuhan Julian Nagelsmann, Jerman diperkuat sederet bintang seperti Kai Havertz dan Jamal Musiala. Namun, banyak penggemar menilai lini pertahanan masih jauh dari level tim sekelas Spanyol, Prancis, atau Argentina. Jonny Wiesinger, seorang staf sumber daya manusia asal Wuerzburg, mengakui tim belum dalam performa terbaik, tetapi tetap optimistis bisa melewati Paraguay dan kemudian mengalahkan Prancisโmeski harus berhadapan dengan duet maut Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.
"Kami adalah Jerman, kami tidak takut pada siapa pun," tegas Wiesinger. Ia mengingatkan bahwa pada 2014, saat Jerman terakhir kali mengangkat trofi di Brasil, tidak ada yang menyangka mereka bakal juara. "Kenapa tidak tahun ini?"
Namun, Paraguay jelas punya rencana lain. Pelatih mereka, dalam pernyataan sebelum laga, mengatakan akan terinspirasi oleh kemenangan atas Argentina dan Brasil di babak kualifikasi. Semangat itu diharapkan bisa menjadi modal untuk menjegal langkah Jerman.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini juga menarik dicermati. Jerman, yang kerap menjadi kiblat pengembangan sepak bola modern, tengah berusaha bangkit dari keterpurukan. Sementara Paraguay mewakili semangat underdog yang kerap menjadi cerita menarik di setiap turnamen. Apakah Jerman mampu membuktikan diri sebagai ancaman serius, atau justru tersandung di babak awal? Jawabannya akan terlihat di lapangan Boston, Senin nanti.



