Donkey! Spin-off Resmi Dikonfirmasi, Eddie Murphy Kembali Bersuara
Baca dalam 60 detik
- DreamWorks dan Universal mengonfirmasi film spin-off Donkey! yang akan dirilis pada 30 Juni 2028, dengan Eddie Murphy kembali mengisi suara karakter ikonik tersebut.
- Film ini akan menjadi kisah asal-usul Donkey, mengeksplorasi bagaimana ia menjadi sidekick ceria yang dikenal penonton, disutradarai oleh Charlie Bean.
- Sebelum Donkey! tayang, Shrek 5 dijadwalkan rilis pada musim panas 2027, dengan Zendaya bergabung dalam pengisi suara.

Setelah lebih dari dua dekade menjadi sidekick paling cerewet di dunia animasi, Donkey akhirnya mendapat sorotan utama. DreamWorks dan Universal secara resmi mengumumkan film spin-off berjudul Donkey!, yang akan menjadi kisah asal-usul karakter tersebut. Eddie Murphy, yang telah mengisi suara Donkey sejak film pertama Shrek, dipastikan kembali memerankan tokoh favorit penggemar itu.
Film yang dijadwalkan tayang pada 30 Juni 2028 ini akan mengeksplorasi perjalanan seekor keledai biasa menjadi makhluk optimis tak kenal lelah yang humor cepatnya menjadi ciri khas seri Shrek. Pengumuman ini muncul setahun setelah rencana perilisan Shrek 5, yang dijadwalkan tayang pada musim panas 2027. Sekuel tersebut akan mempertemukan kembali Eddie Murphy, Mike Myers, dan Cameron Diaz sebagai Donkey, Shrek, dan Putri Fiona. Menariknya, Zendaya juga telah bergabung dalam jajaran pengisi suara sekuel yang telah lama dinanti ini.
Donkey! akan disutradarai oleh Charlie Bean, yang sebelumnya menangani The Lego Batman Movie dan live-action Lady and the Tramp. Rebecca Huntley, produser Kung Fu Panda 4 dan The Bad Guys, akan memproduseri film ini, sementara seniman cerita DreamWorks Matt Flynn akan menjadi ko-sutradara. Langkah ini menandai ekspansi terbaru DreamWorks dalam waralaba Shrek, yang secara kolektif telah meraup lebih dari 3 miliar dolar AS di box office global.
Bagi penonton Indonesia, kabar ini membawa angin segar di tengah menjamurnya film animasi superhero dan sekuel langsung-ke-streaming. Shrek tetap menjadi salah satu waralaba animasi paling dicintai di Indonesia, dengan karakter Donkey yang kerap menjadi favorit berkat dialognya yang lucu dan ekspresif. Kehadiran film asal-usul ini berpotensi menarik kembali penonton dewasa yang tumbuh bersama seri aslinya, sekaligus memperkenalkan karakter tersebut kepada generasi baru.
Film orisinal Shrek tayang perdana pada 2001 dan mengubah genre dongeng dengan menempatkan ogre yang disalahpahami sebagai pusat cerita, bukan pangeran atau putri tradisional. Kesuksesan kritis dan komersialnya membuka jalan bagi tiga sekuel: Shrek 2 (2004), Shrek the Third (2007), dan Shrek Forever After (2010), serta dua film spin-off Puss in Boots. Kini, dengan Donkey! dan Shrek 5, DreamWorks tampaknya berniat menghidupkan kembali waralaba yang sempat meredup setelah film keempat.
Pertanyaan besarnya: akankah spin-off ini mampu menyamai daya tarik film-film utama Shrek, atau justru akan menjadi catatan kaki dalam waralaba yang mulai kehilangan relevansi? Dengan jadwal rilis yang masih tiga tahun lagi, penggemar setia harus bersabar menanti petualangan baru dari keledai paling ikonik di dunia animasi.
