Proyek TV Terakhir Liam Payne Dihentikan Netflix Setelah Satu Musim
Baca dalam 60 detik
- Netflix memutuskan tidak melanjutkan musim kedua 'Building the Band', acara yang menjadi proyek televisi terakhir Liam Payne sebelum meninggal.
- Meski dihentikan, empat grup musik bentukan acara itu telah merilis lagu, tur internasional, dan menandatangani kontrak rekaman.
- Keputusan ini menyoroti tantangan industri streaming dalam menyeimbangkan nilai emosional dengan performa audiens.

Netflix dikabarkan tidak akan memproduksi musim kedua Building the Band, sebuah kompetisi musik yang menjadi proyek televisi terakhir mendiang Liam Payne sebelum ia meninggal dunia pada Oktober 2024. Keputusan ini diambil meskipun acara tersebut berhasil melahirkan empat grup musik baru yang kini telah menandatangani kontrak rekaman.
Menurut laporan dari The Sun, sumber internal Netflix menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk melanjutkan serial tersebut. Namun, mereka tetap bangga dengan pencapaian acara yang tayang perdana tahun lalu itu. "Meskipun saat ini tidak ada rencana untuk musim kedua, para bos Netflix sangat bangga dengan apa yang telah dicapai," ujar sumber tersebut. Keempat grup finalis—3quency, SZN4, Soulidified, dan Midnight Til Morning—telah merilis musik orisinal, melakukan tur internasional, dan menarik ratusan ribu pendengar setiap bulannya. Midnight Til Morning bahkan dijadwalkan tampil di BST Hyde Park pada akhir bulan ini.
Building the Band mengusung konsep unik: 50 penyanyi diminta membentuk grup tanpa saling melihat satu sama lain, hanya mengandalkan chemistry vokal. Mereka kemudian melalui serangkaian pertunjukan hingga akhirnya pemenang mendapatkan platform global melalui Netflix. Acara ini direkam di Manchester beberapa bulan sebelum Liam Payne meninggal akibat jatuh dari balkon hotel di usia 31 tahun. Netflix sempat menunda penayangan untuk berkonsultasi dengan keluarga Liam, dan akhirnya memutuskan untuk menayangkannya sebagai dedikasi untuk sang penyanyi.
Dalam acara tersebut, Liam Payne—yang meroket bersama One Direction setelah terbentuk di The X Factor pada 2010—duduk sebagai juri bersama Nicole Scherzinger dan Kelly Rowland, sementara AJ McLean bertindak sebagai pembawa acara. Kehadiran Liam menjadi daya tarik utama, mengingat ini adalah penampilan terakhirnya di layar kaca. Namun, meskipun mendapat perhatian besar, Building the Band gagal menembus pasar penonton Inggris secara signifikan.
Keputusan Netflix untuk tidak melanjutkan Building the Band menunjukkan realitas industri streaming: nilai emosional dan dedikasi kepada mendiang bintang tidak selalu sejalan dengan performa rating. Bagi penggemar Liam Payne di Indonesia, berita ini mungkin mengecewakan, mengingat popularitas One Direction yang masih kuat di Tanah Air. Namun, warisan Liam tetap hidup melalui musik yang ia ciptakan dan para talenta muda yang ia bantu angkat. Pertanyaannya, apakah Netflix akan mempertimbangkan kembali jika ada permintaan publik yang masif, atau ini benar-benar akhir dari perjalanan acara tersebut?
