Keanu Reeves Bintangi Film Samurai Kayu Animasi Stop-Motion, Hidari
Baca dalam 60 detik
- Aktor John Wick, Keanu Reeves, mengonfirmasi perannya dalam film animasi stop-motion Hidari, yang terinspirasi dari legenda tukang kayu Jepang abad ke-17.
- Film ini menggabungkan sejarah, fantasi, dan teknik animasi kayu buatan tangan, dengan setiap karakter diukir dari kayu, menciptakan estetika 'Wood Punk'.
- Hidari mengisahkan seorang tukang kayu yang kehilangan lengan kanannya dan membuat lengan palsu kayu untuk melawan robot raksasa, menawarkan tontonan aksi yang unik.

Keanu Reeves, aktor yang identik dengan aksi laga John Wick, akan mengisi suara dalam film animasi stop-motion bertema samurai berjudul Hidari. Pengumuman ini disampaikan melalui pesan video di Festival Film Animasi Internasional Annecy, Prancis, pekan ini.
Film yang disutradarai Masashi Kawamura ini mengusung pendekatan animasi yang langka: setiap karakter dibuat dari kayu ukir tangan, bukan model konvensional. Kawamura menyebut proyek ini sebagai 'John Wick di Jepang feodal yang diperankan boneka kayu'.
Cerita Hidari terinspirasi dari legenda Hidari Jingorō, seorang master tukang kayu misterius abad ke-17 yang konon bisa menghidupkan kayu. Dalam film, karakter utama—seorang tukang kayu muda—kehilangan lengan kanannya akibat konspirasi, lalu menciptakan lengan palsu kayu yang mematikan untuk melawan tentara mekanik dan robot raksasa yang mengancam Kota Edo.
Reeves, yang juga dikenal lewat trilogi The Matrix, mengaku antusias. "Saya pikir stop-motion bisa berskala besar sekaligus intim. Naskahnya luar biasa. Saya ingin melihat film ini dan menjadi bagian di dalamnya," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari panel Annecy.
Kawamura menegaskan pilihan stop-motion bukan sekadar nostalgia. "Di era di mana film bisa dihasilkan AI dalam tiga detik—jika Anda tidak peduli kualitas—kami melakukan kebalikannya. Ini film tentang keahlian tangan," katanya. Ia menambahkan bahwa setiap goresan pahat pada kayu akan terlihat jelas, menciptakan tekstur yang tidak bisa ditiru animasi digital.
Bagi penonton Indonesia, film ini menawarkan perspektif baru tentang animasi sebagai medium seni, bukan sekadar hiburan massal. Di tengah dominasi CGI dan AI, Hidari menjadi pengingat bahwa kerajinan tangan masih memiliki tempat di industri film global. Proyek ini juga bisa menjadi inspirasi bagi sineas Tanah Air yang ingin mengeksplorasi teknik animasi tradisional.
Film ini diproduksi oleh Noriko Matsumoto dan dijadwalkan mulai produksi penuh tahun depan. Dengan Reeves sebagai magnet, Hidari berpotensi menarik perhatian penonton dewasa yang merindukan tontonan aksi inovatif. Pertanyaannya, akankah film ini mampu mengubah persepsi bahwa stop-motion hanya untuk anak-anak?
