Maroko Bangkit dari Defisit, Hajar Haiti 4-2 dan Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Maroko membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu dan menekuk Haiti 4-2 di laga pamungkas Grup C Piala Dunia 2026.
- Kemenangan ini mengantar Maroko ke babak 32 besar sebagai runner-up grup dengan tujuh poin, menemani Brasil yang kokoh di puncak.
- Haiti harus pulang lebih awal tanpa satu pun poin setelah menelan tiga kekalahan beruntun di fase grup.

Maroko memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Haiti dengan skor 4-2 dalam laga penentu Grup C yang berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis (25/6/2026). Tertinggal lebih dulu, Singa Atlas menunjukkan mental juara dengan bangkit dan mencetak empat gol balasan.
Jalannya pertandingan menjadi ujian bagi ketangguhan Maroko. Haiti mengejutkan publik dengan unggul cepat melalui gol bunuh diri kiper Bono pada menit awal. Keunggulan bertambah setelah Wilson Isidor melepaskan tembakan spektakuler yang tak mampu dihalau pertahanan Maroko. Namun, perlahan skuad asuhan Walid Regragui menemukan ritme. Achraf Hakimi menjadi motor kebangkitan lewat gol penyeimbang, disusul Ismael Saibari, Soufiane Rahimi, dan Gessime Yassine yang memastikan kemenangan.
Hasil ini mengunci posisi Maroko di peringkat kedua klasemen Grup C dengan koleksi tujuh poin, hanya terpaut satu angka dari Brasil yang menjadi juara grup. Sementara itu, Haiti harus mengakui keunggulan lawan-lawannya dan finis di dasar klasemen tanpa satu poin pun. Tiga kekalahan dari tiga pertandingan menjadi catatan kelam bagi debutan Piala Dunia tersebut.
Bagi Maroko, pencapaian ini melanjutkan tren positif sejak penampilan gemilang mereka di Piala Dunia 2022 lalu. Kala itu, Maroko menjadi tim Afrika pertama yang menembus semifinal. Kini, dengan skuad yang diperkuat kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda, mereka kembali menunjukkan bahwa sepak bola Afrika layak diperhitungkan di panggung global. Langkah selanjutnya adalah babak 32 besar, di mana mereka akan berhadapan dengan lawan-lawan tangguh dari grup lain.
Di sisi lain, kegagalan Haiti menjadi pelajaran berharga. Tim asuhan Gabriel Calderรณn Pellegrino kesulitan bersaing di level tertinggi, terutama dalam hal pengalaman dan kedalaman skuad. Meski sempat memberikan perlawanan sengit di beberapa momen, inkonsistensi dan kesalahan individu menjadi faktor utama kehancuran mereka. Bagi Haiti, turnamen ini setidaknya menjadi batu loncatan untuk membangun fondasi sepak bola yang lebih solid ke depannya.
Dengan tuntasnya fase grup, perhatian kini beralih ke babak knockout yang menjanjikan duel-duel seru. Maroko, yang pernah menjadi momok bagi tim-tim besar, berpotensi kembali menjadi kuda hitam. Pertanyaannya, akankah Singa Atlas mampu melangkah lebih jauh dari capaian empat tahun lalu? Ataukah lawan-lawan mereka sudah belajar cara meredam agresivitas permainan Maroko? Babak 32 besar akan menjadi jawabannya.



