Malaysia Incar Pemulihan Citra di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Diminta Waspada
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK Jakarta, Senin (28/9/2026).
- Malaysia membawa misi besar memulihkan reputasi sepak bola mereka setelah skandal pemalsuan dokumen naturalisasi, dan kekuatan inti sebelas pemain Johor Darul Ta'zim menjadi ancaman serius.
- Pengamat menilai faktor psikologis dan chemistry pemain Malaysia yang lebih matang harus diantisipasi Timnas Indonesia untuk menjaga peluang lolos ke final.

Timnas Indonesia akan menjamu Malaysia dalam laga krusial Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB. Duel bertajuk Derbi Melayu ini bukan sekadar pertarungan tiga poin, melainkan penentu langkah kedua tim menuju partai puncak turnamen perdana bentukan FIFA dan AFC tersebut.
Bagi Malaysia, pertandingan ini menjadi momen pembuktian setelah terpuruk akibat kasus pemalsuan dokumen naturalisasi yang membuat mereka gagal tampil di Arab Saudi. Pengamat sepak bola nasional, Raja Isa Raja Akram Shah, menilai Harimau Malaya datang dengan misi ganda: meraih kemenangan dan memulihkan nama baik sepak bola negaranya di kancah internasional.
"Setelah kasus memalukan itu, sepak bola Malaysia bertekad bangkit. Mereka sudah tunjukkan dengan lolos ke semifinal Piala AFF lalu. Kini mereka akan buktikan diri di FIFA ASEAN Cup 2026," ujar Raja Isa.
Kekuatan Malaysia tidak bisa dipandang sebelah mata. Pelatih Tan Cheng Ho membawa sebelas pemain inti Johor Darul Ta'zim (JDT) yang telah terbukti di Liga Super Malaysia. Chemistry mereka teruji, terutama setelah melakoni kualifikasi Piala Asia 2027. Selain itu, tiga pemain naturalisasi anyar menambah kedalaman skuad, termasuk Manuel Hidalgo dan Bergson da Silva yang diprediksi merepotkan lini belakang Indonesia.
Raja Isa menyoroti sosok Arif Aiman sebagai ancaman utama. Meski bertinggi 1,71 meter, penyerang berusia 24 tahun itu telah mengoleksi 10 gol dari 41 caps. "Dia licin, kuat, dan punya tendangan akurat. Bisa mencetak gol dari posisi sesulit apa pun," paparnya. Ia juga menyebut lini depan Malaysia punya kedalaman mumpuni dengan kehadiran Faisal Halim, Fergus Tierney, Gunalan Pavithran, dan Paulo Josue.
Di sisi lain, Timnas Indonesia asuhan John Herdman tengah mengharmoniskan kembali kerja sama tim setelah sekitar tiga bulan para pemain tidak berkumpul. Meski secara kualitas individu mumpuni, faktor kebersamaan menjadi pekerjaan rumah. Sementara Malaysia telah menemukan momentum psikologis usai kemenangan 3-0 atas Bangladesh. "Psikologis pemain Malaysia mulai pulih. Mereka bermain normal dan punya spirit lebih kuat. Indonesia harus mempertimbangkan faktor nonteknis ini," tegas Raja Isa.
"Prediksi saya, Malaysia akan ngotot menang karena punya misi pulihkan nama baik. Laga terakhir lawan Singapura juga berat, jadi mereka harus memastikan lolos ke final lebih cepat."
โ Raja Isa Raja Akram Shah, pengamat sepak bola
Bagi Indonesia, laga ini bukan hanya soal gengsi. Kemenangan akan membuka jalan ke final dan memperkuat posisi di peringkat FIFA. Namun, tekanan justru datang dari ekspektasi publik tuan rumah. Herdman dituntut meramu strategi yang mampu meredam agresivitas Malaysia sekaligus memaksimalkan potensi pemain diaspora seperti Kevin Diks dan kawan-kawan.
Konteks Indonesia: Partai ini juga menjadi ujian bagi PSSI dalam mengelola turnamen internasional bergengsi. Sukses penyelenggaraan dan prestasi di lapangan akan berdampak pada citra sepak bola nasional di mata investor dan sponsor. Selain itu, kemenangan atas Malaysia selalu memiliki nilai emosional tersendiri bagi suporter Garuda.
Dengan laga yang masih menyisakan waktu, pertanyaannya: mampukah Timnas Indonesia menaklukkan ambisi Malaysia yang sedang membara, atau justru Harimau Malaya yang berpesta di kandang Garuda?



