George North Tutup Karier dengan 'Tarian Terakhir' Lawan Wales
Baca dalam 60 detik
- George North akan menjalani laga profesional terakhirnya bersama Barbarians melawan Wales, Sabtu ini di Twickenham.
- Pemain 34 tahun itu sebelumnya pensiun dari timnas Wales pada 2024 setelah cedera Achilles, namun mendapat kesempatan final dari Barbarians.
- North mengaku kesulitan menjelaskan kepada kedua putranya bahwa ia akan bermain melawan negara yang pernah dibelanya.

George North, legenda rugby Wales dengan 121 caps dan 47 try, akan mengakhiri karier profesionalnya akhir pekan ini dengan tampil membela Barbarians melawan Wales di Allianz Stadium, Twickenham, Sabtu (14:00 BST). Bagi pemain yang telah mengabdi 14 tahun untuk negaranya, momen ini menjadi penutup yang pahit-manis setelah cedera Achilles memaksa pensiun dini pada 2024.
North, yang mengumumkan pensiun pada April lalu, awalnya mengira kariernya sudah selesai setelah cedera parah di laga Six Nations melawan Italia. Namun, undangan dari Barbarians—tim undangan legendaris—datang dan memberinya kesempatan untuk 'tarian terakhir'. "Saya mendapat telepon dan langsung bersemangat. Bermain untuk Barbarians selalu menjadi impian, apalagi melawan Wales di Twickenham," ujarnya dalam podcast Scrum V.
Keputusan ini tidak mudah, terutama saat harus menjelaskan kepada kedua putranya, Jac dan Tomi. "Mereka bingung karena saya biasanya bermain untuk Wales, bukan melawan mereka. Saya berharap bisa mendapatkan jersey Barbarians kecil untuk mereka," kata North sambil tertawa.
Perjalanan North dimulai saat ia masih berusia 18 tahun, mencetak dua try pada debut melawan Afrika Selatan yang diperkuat Bryan Habana. Kariernya melesat bersama Scarlets, Northampton Saints, Ospreys, dan dua musim terakhir di Provence, Prancis. Ia juga menjadi bagian dari British and Irish Lions yang mengalahkan Australia pada 2013.
Namun, akhir karier internasionalnya tidak sempurna. Pada laga perpisahan melawan Italia di Cardiff, North justru mengalami ruptur Achilles dan meninggalkan stadion dengan kruk. "Itu sulit diterima. Saya ingin berhenti dengan cara saya sendiri, di depan pendukung sendiri, tapi cedera mengubah segalanya," kenangnya.
Kini, North mengaku siap melepas jersey untuk selamanya. "Rugby telah mengambil banyak hal, tapi memberi lebih dari yang bisa saya minta. Kini istri dan anak-anak adalah bagian terbaik dari hidup saya," ucapnya. Ia berharap dikenang sebagai pemain yang memberi segalanya dengan senyuman.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, kisah North menjadi pengingat bahwa olahraga seringkali tidak memberi akhir dongeng. Namun, kesempatan kedua—meski dalam seragam berbeda—tetap layak dirayakan. Pertanyaan besarnya: akankah ada lagi pemain Wales yang mampu menyamai jejaknya?



