Gattuso Resmi Latih Lazio: Dua Tahun Penuh Tekad
Baca dalam 60 detik
- Gennaro Gattuso resmi menangani Lazio dengan kontrak dua tahun, menggantikan Maurizio Sarri yang pindah ke Atalanta.
- Kesepakatan sebenarnya telah tercapai sejak 25 Mei, namun pengumuman baru dirilis setelah pembahasan strategi transfer bersama presiden klub.
- Ini menjadi pekerjaan pertama Gattuso sejak mundur sebagai pelatih Italia pada April lalu setelah gagal membawa Gli Azzurri ke Piala Dunia.

Lazio akhirnya mengumumkan secara resmi penunjukan Gennaro Gattuso sebagai pelatih kepala baru, mengakhiri spekulasi yang berlangsung selama beberapa pekan sejak ia terlihat memasuki pusat latihan klub di Formello, Roma, pada 3 Juni lalu. Keputusan ini menandai langkah berani klub ibu kota untuk kembali bersaing di papan atas Serie A.
Pelatih berusia 48 tahun itu dikabarkan telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama Aquile, menggantikan Maurizio Sarri yang memilih hengkang ke Atalanta. Meski kesepakatan lisan telah terjalin sejak 25 Mei, pengumuman resmi baru dirilis setelah Gattuso berdiskusi mengenai strategi transfer dengan direktur klub dan Presiden Claudio Lotito. Dalam pernyataan resmi, Lazio menyambut hangat kehadiran Gattuso dan meyakini pengalaman serta determinasinya akan membantu mencapai target olahraga klub.
Penunjukan Gattuso menjadi sorotan karena ia baru saja mundur dari jabatan pelatih tim nasional Italia pada 3 April lalu. Kegagalan Gli Azzurri melewati play-off kualifikasi Piala Dunia setelah kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina menjadi titik balik kariernya. Selama memimpin Italia sejak Juni 2025, ia mencatat enam kemenangan dan dua kekalahan dalam waktu kurang dari setahun. Kini, ia kembali ke level klub dengan misi membangkitkan Lazio yang musim lalu finis di papan tengah.
Perjalanan karier Gattuso sebagai pelatih cukup berwarna. Sejak memulai di FC Sion pada 2013, ia telah menangani Palermo, OFI Crete, Pisa, AC Milan, Napoli, Valencia, Olympique Marseille, dan Hajduk Split. Pengalaman di berbagai liga Eropa menjadi modal berharga, meski hasilnya kerap naik-turun. Di Lazio, ia dituntut membangun kembali identitas tim yang sempat kehilangan konsistensi di bawah Sarri.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Gattuso menarik diamati karena ia adalah salah satu pelatih Italia dengan karakter keras dan pendekatan taktik yang pragmatis. Lazio sendiri memiliki basis penggemar yang cukup besar di Indonesia, terutama sejak era Paolo Di Canio dan Miroslav Klose. Kehadiran Gattuso diharapkan mampu menghadirkan gaya sepak bola agresif khas dirinya, yang kontras dengan filosofi Sarri yang lebih mengedepankan penguasaan bola.
Ke depannya, tantangan terbesar Gattuso adalah membangun sinergi dengan skuad yang ada dan meramu strategi transfer yang efektif. Dengan kontrak dua tahun, ia harus segera menunjukkan hasil agar tidak kembali mengalami nasib seperti di beberapa klub sebelumnya yang hanya bertahan singkat. Pertanyaannya, mampukah Gattuso membawa Lazio kembali ke papan atas Serie A dan bersaing di Eropa?



