Malagò Resmi Pimpin FIGC, Maldini Masuk Radar sebagai Direktur Teknis Timnas Italia
Baca dalam 60 detik
- Giovanni Malagò terpilih sebagai presiden FIGC dengan dukungan 69% suara, menandai era baru kepemimpinan sepak bola Italia.
- Paolo Maldini, legenda AC Milan, dikabarkan telah dihubungi untuk mengisi posisi direktur teknis Azzurri.
- Langkah awal Malagò adalah membangun ulang kepercayaan publik dan menyusun struktur kepelatihan baru.

Giovanni Malagò resmi menjabat sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) setelah meraih hampir 69 persen suara dalam pemilihan yang digelar pekan ini. Kemenangan ini membawa mandat besar: memulihkan citra tim nasional Italia yang tengah terpuruk dan menyusun fondasi jangka panjang. Dalam waktu dekat, Malagò dihadapkan pada keputusan krusial, termasuk menunjuk pelatih kepala dan direktur teknis baru.
Salah satu nama yang mencuat adalah Paolo Maldini, mantan kapten legendaris AC Milan yang kini disebut-sebut akan diplot sebagai direktur teknis Azzurri. Menurut laporan Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera, pihak FIGC telah melakukan kontak awal dengan Maldini. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi gebrakan besar mengingat Maldini memiliki rekam jejak sebagai eksekutif di Milan, meski belum pernah menangani tim nasional secara langsung.
Malagò bukanlah wajah baru di sepak bola Italia. Ia sebelumnya menjabat sebagai presiden Komite Olimpiade Italia (CONI) dan dikenal sebagai figur yang dekat dengan politik olahraga. Namun, tantangan di FIGC jauh lebih berat. Timnas Italia, yang sempat bangkit dengan gelar Euro 2020, kembali jatuh setelah dua kali gagal lolos ke Piala Dunia. Publik Italia menuntut perubahan total, bukan sekadar perombakan kecil.
Keputusan menunjuk direktur teknis menjadi langkah pertama yang paling disorot. Maldini dianggap mampu membawa visi jangka panjang, terutama dalam pembinaan pemain muda. Selama menjadi direktur teknis AC Milan, ia berhasil membangun skuad yang kompetitif dengan biaya terbatas. Namun, skeptisisme muncul karena pengalamannya di level tim nasional masih nihil. Analis sepak bola Italia, Marco Piccioni, menilai bahwa Maldini lebih cocok sebagai penasihat daripada pengambil keputusan utama.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik untuk dicermati. Italia selama ini menjadi salah satu acuan taktik dan disiplin bermain. Jika Maldini benar-benar bergabung, pendekatan teknis Italia bisa berubah drastis, yang pada akhirnya memengaruhi gaya bermain pemain-pemain keturunan Italia di Indonesia. Selain itu, perubahan di FIGC bisa berdampak pada kerja sama bilateral sepak bola, termasuk program pelatihan pelatih yang selama ini digagas FIGC untuk Asia.
Ke depan, Malagò harus segera mengumumkan nama pelatih kepala. Spekulasi mengarah pada Antonio Conte atau Roberto Mancini, meski keduanya memiliki kontrak dengan klub lain. Pertanyaan besarnya: akankah Maldini menerima tawaran tersebut, atau justru menjadi batu sandungan bagi harmonisasi internal FIGC? Publik Italia menanti gebrakan nyata, bukan sekadar janji.



