Messi Ukir Rekor di Piala Dunia 2026, Argentina Lolos ke Fase Gugur
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi mencetak dua gol dan memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia putra dan putri, melewati catatan Marta.
- Kapten Argentina itu kini mengoleksi lima gol di Piala Dunia 2026, membantu timnya meraih enam poin dan memastikan tempat di babak 32 besar.
- Rekor baru ini menegaskan dominasi Messi di usia 38 tahun, sekaligus memperkuat posisi Argentina sebagai kandidat juara.

Lionel Messi kembali menorehkan sejarah di Piala Dunia 2026. Pada laga melawan Austria di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Senin (23/6) WIB, megabintang Argentina itu memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia putra dan putri. Usai pertandingan, dengan nada khasnya, ia hanya berkata, "Saya sangat lelah."
Dalam pertandingan yang berakhir 2-0 untuk Argentina, Messi gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama. Namun, ia bangkit dengan dua gol—satu di babak pertama dan satu lagi di masa injury time—yang memastikan kemenangan timnya sekaligus mengukuhkan namanya di puncak daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia. Gol pertama Messi, hasil penyelesaian satu sentuhan dari umpan silang Facundo Medina, menyamakan rekor legenda Brasil, Marta, yang mengoleksi 17 gol. Gol keduanya, yang dicetak di menit akhir, memecahkan rekor tersebut dan menjadikannya pemain dengan gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Bagi Argentina, kemenangan ini sangat krusial. Dengan tambahan tiga poin, tim asuhan Lionel Scaloni kini mengoleksi enam poin dari dua pertandingan Grup J, cukup untuk memastikan tiket ke babak 32 besar. Messi sendiri telah mencetak lima gol di Piala Dunia edisi ini, menunjukkan performa yang konsisten meski usianya sudah menginjak 38 tahun. Ia akan berulang tahun ke-39 pada akhir pekan ini.
Messi mengakui bahwa pertandingan melawan Austria tidak mudah. Setelah Austria meningkatkan intensitas permainan di babak kedua, Argentina harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan. "Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Ini adalah kemenangan yang sangat penting, sulit, dan kami bekerja keras untuk itu. Ini memberi kami ketenangan untuk menghadapi pertandingan berikutnya," ujar Messi usai laga.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, pencapaian Messi ini menjadi pengingat akan kehebatan sang maestro di panggung dunia. Meski Argentina bukan tim yang secara tradisional dekat dengan Indonesia seperti Belanda atau Jerman, prestasi Messi selalu mendapat perhatian besar. Dengan lolosnya Argentina ke fase gugur, peluang untuk menyaksikan aksi Messi di babak knockout semakin terbuka lebar.
Pertanyaan selanjutnya adalah: mampukah Argentina mempertahankan performa ini hingga akhir? Dengan Messi yang terus menunjukkan ketajamannya, dan dukungan pemain muda seperti Julian Alvarez dan Enzo Fernandez, Argentina layak diperhitungkan. Namun, persaingan di babak gugur pasti akan lebih ketat. Akankah Messi menutup karier Piala Dunianya dengan trofi kedua? Hanya waktu yang bisa menjawab.



