Wamendagri Bima Arya Awasi Langsung Eksekusi Gerakan Indonesia ASRI di Jayapura
Baca dalam 60 detik
- Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya meninjau kerja bakti di Jayapura sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI yang digagas Presiden Prabowo.
- Program ini menargetkan normalisasi sungai dan penataan ruang terbuka hijau, tidak sekadar bersih-bersih seremonial.
- Pemerintah Kota Jayapura telah menjadwalkan kerja bakti rutin dua kali sebulan untuk menjaga keberlanjutan program.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memastikan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak berhenti sebagai slogan. Melalui kunjungan kerja ke Jayapura, Senin (22/6/2026), ia mengawal langsung pelaksanaan program di lapangan, dimulai dari kawasan Sungai Anafre dan sejumlah taman kota.
Bima Arya menegaskan bahwa arahan presiden harus terwujud secara nyata dan berkelanjutan. "Kami memastikan perintah presiden benar-benar berjalan di lapangan. Pemerintah Provinsi Papua dan Kota Jayapura harus terus bersinergi, bukan hanya menjadi slogan tetapi benar-benar dilaksanakan secara berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Kerja bakti yang digelar melibatkan jajaran pemerintah pusat, provinsi, kota, TNI/Polri, aparatur sipil negara, dan masyarakat. Fokus kegiatan meliputi pembersihan Sungai Anafre, Taman Mandiri, Taman Imbi, serta taman di sekitar toko Gramedia, Distrik Jayapura Utara. Menurut Bima Arya, penanganan sungai tidak cukup dengan pembersihan rutin; normalisasi melalui pengerukan sedimentasi juga diperlukan untuk menjaga fungsi saluran air.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan telah menjadi bagian dari visi-misi pemerintah daerah. "Kegiatan kerja bakti telah dijadwalkan secara rutin dan dilaksanakan dua kali setiap bulan di seluruh distrik, kelurahan, dan kampung," jelasnya. Rollo juga mengajak masyarakat tidak membuang sampah ke selokan atau drainase, serta berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan.
Bagi Indonesia, Gerakan ASRI memiliki implikasi luas. Selain memperindah wajah kota, program ini diharapkan membangun budaya menjaga lingkungan dari tingkat akar rumput. Dengan melibatkan TNI/Polri dan ASN, pemerintah ingin memastikan gerakan ini tidak hanya menjadi acara seremonial, melainkan bagian dari kebiasaan sehari-hari. Keberhasilan di Jayapura diharapkan menjadi model bagi kota-kota lain di Tanah Air.
Ke depan, tantangan terbesar adalah konsistensi. Bima Arya mengapresiasi langkah Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura, namun mengingatkan perlunya pengawalan terus-menerus. "Semoga gerakan ini terus berlanjut dan mendapat pengawalan secara konsisten di lapangan," pungkasnya. Pertanyaan yang tersisa: mampukah daerah lain meniru keseriusan Jayapura dalam mewujudkan Indonesia yang ASRI?



