Di Tengah Gejolak Global, Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% pada Kuartal I 2026
Baca dalam 60 detik
- Perekonomian Jakarta tumbuh 5,59% year-on-year pada kuartal I 2026, berkontribusi 16,67% terhadap ekonomi nasional.
- Inflasi tetap terkendali di 2,45% sepanjang 2025, sementara realisasi investasi mencapai Rp270 triliun pada triwulan pertama 2026.
- Pemprov Jakarta memperluas program sosial seperti KJP Plus, layanan kesehatan home service, dan transportasi publik gratis untuk 15 golongan masyarakat.

Perekonomian Jakarta mencatat pertumbuhan 5,59 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026, di tengah tekanan geopolitik global yang masih membayangi. Angka ini sekaligus menegaskan posisi ibu kota sebagai motor utama pertumbuhan nasional dengan kontribusi mencapai 16,67 persen terhadap produk domestik bruto Indonesia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan capaian tersebut dalam pidato peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta di Monas, Senin (22/6). Menurutnya, stabilitas ekonomi Jakarta tidak terlepas dari upaya efisiensi dan penajaman program prioritas yang dilakukan pemerintah provinsi. "Berbagai upaya efisiensi dan penajaman program prioritas dilakukan sebagai langkah strategis menghadapi situasi yang berkembang, dengan tetap mengutamakan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujarnya.
Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi Jakarta tercatat terkendali di level 2,45 persen sepanjang tahun 2025. Realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 juga menunjukkan kinerja positif, mencapai Rp270 triliun. Angka ini menjadi indikator bahwa kepercayaan investor terhadap Jakarta tetap kuat meskipun ketidakpastian global masih tinggi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus memperluas akses layanan dasar bagi warganya. Di bidang pendidikan, Kartu Jakarta Pintar (KJP Plus) telah diberikan kepada 707.477 pelajar, sementara Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) menjangkau 15.825 mahasiswa. Program pemutihan ijazah dan perluasan kesempatan kerja melalui padat karya juga menjadi prioritas. "Penerima manfaat pemenuhan kebutuhan dasar untuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak juga diperluas," kata Pramono.
Di sektor kesehatan, Pemprov mengandalkan layanan home service yang mendatangi warga sakit dan memiliki keterbatasan. Sementara itu, akses mobilitas diperluas hingga wilayah Jabodetabek dengan menyediakan transportasi publik gratis bagi 15 golongan masyarakat. Pada perayaan HUT ke-499 Jakarta, layanan transportasi umum dan fasilitas wisata digratiskan pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 untuk seluruh pemegang KTP Republik Indonesia, bukan hanya warga Jakarta.
Ke depan, tantangan utama Jakarta adalah menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut. Pertanyaannya, apakah kebijakan efisiensi dan perluasan program sosial mampu mempertahankan daya saing Jakarta sebagai pusat bisnis dan investasi nasional?



