Menjelang 30 Tahun Wafatnya Diana, Pangeran Harry Siapkan Proyek Dokumenter
Baca dalam 60 detik
- Pangeran Harry dikabarkan tengah menjajaki sejumlah proyek untuk memperingati tiga dekade kepergian Putri Diana pada 31 Agustus mendatang.
- Langkah ini bersamaan dengan terbitnya buku Earl Spencer yang memicu ketegangan dengan Istana Buckingham terkait pernyataan Raja Charles.
- Rumah produksi Love Monday TV juga menyiapkan dokumenter berjudul Diana Unheard yang menampilkan rekaman intim tak pernah dipublikasikan.

Pangeran Harry dilaporkan sedang menjajaki berbagai kemungkinan proyek untuk menandai 30 tahun meninggalnya Putri Diana, yang jatuh pada 31 Agustus mendatang. Menurut laporan majalah PEOPLE, Duke of Sussex berusia 42 tahun itu tengah mempertimbangkan sejumlah gagasan, termasuk produksi film dokumenter. Meski demikian, belum ada proyek yang resmi dikonfirmasi atau diselesaikan.
Langkah Harry ini muncul di tengah dinamika keluarga kerajaan yang kembali menghangat. Beberapa hari sebelumnya, Raja Charles dikabarkan melontarkan kritik terhadap Earl Spencer—adik mendiang Diana—terkait klaim dalam buku barunya, Swan Song: Diana, My Sister. Dalam buku tersebut, Earl Spencer mengklaim bahwa Charles pernah mengatakan Diana akan "segera dilupakan" dalam percakapan telepon tak lama setelah kematiannya. Istana Buckingham merilis pernyataan langka yang menyebut kesedihan sang earl telah "mengaburkan penalaran dan memengaruhi penilaian" atas peristiwa itu.
Harry, yang saat ibunya wafat baru berusia 12 tahun, disebut telah menghubungi sejumlah kerabat dan sahabat mendiang ibunya untuk menggali ide-ide proyek tersebut. Pada 2017, ia dan Pangeran William pernah berbicara terbuka tentang kehilangan ibu mereka dalam dokumenter Diana, Our Mother: Her Life and Legacy. Kini, peringatan tiga dekade menjadi momen penting bagi Harry untuk kembali mengenang sosok Diana dari sudut pandang pribadi.
Di sisi lain, industri dokumenter Inggris juga bergerak menyambut momen ini. Rumah produksi independen Love Monday TV tengah menggarap Diana Unheard, sebuah dokumenter yang mengandalkan rekaman intim tak pernah dipublikasikan. Richard Life, SVP Acquisitions and Co-productions Cineflix Rights, menyatakan bahwa keunikan proyek ini terletak pada kesempatan mendengar langsung suara Diana menuturkan kisahnya sendiri di titik krusial hidupnya. Rekaman tersebut berasal dari pembicaraan rahasia Diana dengan sahabatnya, James Colthurst, pada 1991, yang kemudian menjadi bahan buku kontroversial Andrew Morton, Diana: Her True Story.
"Kami ingin menantang narasi yang terlalu sering menggambarkan Diana semata-mata sebagai korban keadaan. Ini adalah Diana yang mengambil kendali atas narasinya sendiri," ujar Kerene Barefield, Creative Director Love Monday TV.
Bagi publik Indonesia, sosok Putri Diana tetap memiliki tempat khusus. Kisah hidupnya yang penuh tekanan, perceraian, dan keterlibatan dalam berbagai isu sosial menjadikannya ikon global yang melampaui sekat kerajaan. Minat terhadap dokumenter semacam ini di Indonesia cukup tinggi, terutama di platform streaming yang semakin mudah diakses. Peringatan 30 tahun ini bisa menjadi momen refleksi tentang bagaimana media membentuk narasi seorang tokoh publik, serta bagaimana keluarga kerajaan mengelola warisan emosional mereka di era digital.
Ke depan, pertanyaannya bukan hanya apakah proyek Harry akan terwujud, tetapi juga bagaimana ia akan menyeimbangkan antara penghormatan pribadi dan tekanan publik yang tak pernah surut. Apakah dokumenter ini akan menjadi cara Harry menutup luka lama, atau justru membuka babak baru dalam ketegangan keluarga kerajaan?



