Transformasi BUMN di Bawah Danantara: Laba Pelindo dan Pupuk Indonesia Melonjak
Baca dalam 60 detik
- Kinerja BUMN secara akumulatif pada 2025 melampaui target yang ditetapkan, dengan tren positif berlanjut hingga 2026.
- Pelindo mencatat laba tahun berjalan Rp2,01 triliun (naik 94%), sementara Pupuk Indonesia membukukan laba bersih Rp6,70 triliun (tumbuh 230%) secara tahunan.
- COO Danantara menekankan pentingnya konsistensi tata kelola dan transparansi data untuk menjaga kepercayaan publik terhadap transformasi BUMN.

Kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menunjukkan capaian menggembirakan. Secara kumulatif, seluruh BUMN pada tahun 2025 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, dan tren positif ini berlanjut hingga tahun 2026.
Berdasarkan laporan kinerja unaudited hingga Mei 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,01 triliun, melonjak 94% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Pupuk Indonesia Group mencatat laba bersih Rp6,70 triliun, tumbuh 230% secara tahunan. Angka-angka ini menjadi bukti awal bahwa transformasi yang digagas Danantara mulai membuahkan hasil.
Pencapaian ini menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan antara Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dengan jajaran direksi BUMN di Wisma Danantara, Jumat (19/6/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan kinerja dan penguatan koordinasi untuk memastikan transformasi perusahaan negara berjalan terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil.
Dony Oskaria menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan langkah transformasi yang dijalankan berada di jalur yang tepat. "Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata. Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola, dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan," ujarnya.
Menurut Dony, peningkatan kinerja BUMN sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara dalam mendorong pengelolaan yang lebih akuntabel, berbasis data, dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Informasi mengenai kinerja BUMN akan terus disampaikan kepada publik melalui saluran resmi sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses transformasi yang sedang berjalan.
Bagi investor dan pelaku pasar di Indonesia, lonjakan laba BUMN seperti Pelindo dan Pupuk Indonesia menjadi sinyal positif bahwa restrukturisasi di bawah Danantara mampu meningkatkan efisiensi dan profitabilitas. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan ini berkelanjutan dan tidak hanya bersifat sementara. Akankah BUMN lain menyusul kinerja gemilang ini, atau justru ada hambatan struktural yang masih mengintai? Publik dan pasar tentu menanti konsistensi dari transformasi yang digadang-gadang sebagai era baru pengelolaan BUMN.



