Menaker Buka Akses Magang Nasional untuk Penyandang Disabilitas, Target 150 Ribu Peserta
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah memastikan Program Magang Nasional 2026 inklusif bagi lulusan baru penyandang disabilitas melalui kuota afirmatif.
- Sebaran peserta magang angkatan pertama masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, mendorong Kemnaker memperluas akses ke daerah lain.
- Program bertahap mulai Juli 2026 dengan target 50.000 peserta, menuju 150.000 peserta nasional.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin akses setara bagi penyandang disabilitas dalam Program Magang Nasional (MagangHub) yang akan dimulai pada Juli 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya afirmatif untuk memberikan kesempatan kerja dan pengalaman profesional kepada lulusan baru dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
Dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (18/6/2026), Yassierli mengungkapkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan telah menyediakan kuota khusus bagi peserta difabel pada pelaksanaan program sebelumnya. Meskipun jumlahnya masih terbatas, pemerintah berkomitmen memperluas partisipasi kelompok ini. โKita ingin memberikan kesempatan yang sama, karena ini adalah tugas kami untuk memberikan layanan yang sifatnya equal access untuk semua,โ ujarnya.
Untuk menjaring calon peserta penyandang disabilitas, Kemnaker menerapkan pendekatan afirmatif dan menggandeng Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Beberapa peserta magang difabel bahkan telah direkrut di lingkungan Kemnaker sendiri. Kebijakan ini sejalan dengan prinsip inklusivitas yang menjadi salah satu pilar program MagangHub.
Selain aspek inklusivitas, Yassierli menyoroti ketimpangan sebaran peserta magang. Pada angkatan pertama, mayoritas peserta berasal dari Pulau Jawa, khususnya Jakarta. Pemerintah berencana memperluas jangkauan ke daerah lain serta berbagai program studi. โKita ingin memberikan kesempatan yang sama bagi peserta dari berbagai daerah dan latar belakang pendidikan,โ tambahnya.
Program Magang Nasional 2026 akan dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama direncanakan dimulai pada Juli mendatang dengan target 50.000 peserta. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan 150.000 peserta magang di seluruh Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus mendorong pemerataan kesempatan bagi seluruh lulusan baru.
Bagi pencari kerja di Indonesia, terutama penyandang disabilitas, program ini membuka peluang baru untuk mendapatkan pengalaman profesional di berbagai sektor. Namun, tantangan distribusi geografis masih harus diatasi agar manfaatnya dirasakan secara merata. Ke depan, efektivitas program akan sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri dalam menciptakan ekosistem magang yang inklusif dan berkelanjutan.



