Aston Villa Siapkan Dana Besar untuk Gantikan Morgan Rogers dengan Bintang Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa telah mengidentifikasi gelandang Kroasia Martin Baturina sebagai calon pengganti Morgan Rogers yang diminati Arsenal, Chelsea, dan PSG.
- Como menolak tawaran awal Villa senilai £43-48 juta dan mematok harga £69 juta untuk Baturina, yang dinilai sebagai 'bakat elit' oleh pengamat.
- Jika Rogers hengkang dengan nilai transfer £80-100 juta, Villa harus memutuskan apakah Baturina layak menjadi investasi jangka panjang.

Aston Villa bersiap menghadapi kemungkinan kehilangan Morgan Rogers di bursa transfer musim panas ini. Ketertarikan Arsenal, Chelsea, dan Paris Saint-Germain membuat manajemen klub asal Birmingham itu mulai menyusun rencana cadangan. Nama yang muncul sebagai kandidat utama adalah gelandang serang Kroasia, Martin Baturina, yang baru saja mencetak gol ke gawang Inggris di laga persahabatan Piala Dunia.
Rogers, yang baru menandatangani kontrak hingga 2031 dengan gaji £120.000 per pekan, menjadi salah satu pemain muda paling bersinar di Premier League musim lalu. Nilainya diperkirakan mencapai £80-100 juta, menjadikannya aset paling berharga di skuad asuhan Unai Emery. Namun, dengan Arsenal dan Chelsea yang terus membujuk, serta PSG yang ikut memantau, Villa tidak bisa tinggal diam.
Menurut laporan Sky Italia, Villa telah mengajukan tawaran awal untuk Baturina senilai £43-48 juta, namun langsung ditolak oleh Como. Klub Serie A itu mematok harga sekitar £69 juta—angka yang mencerminkan potensi besar pemain berusia 22 tahun tersebut. Baturina, yang pernah memperkuat Dinamo Zagreb sebelum pindah ke Como, mencatatkan delapan gol dan empat assist dalam 34 penampilan di bawah asuhan Cesc Fàbregas musim lalu.
Baturina dikenal sebagai pemain serba bisa. Ia bisa bermain sebagai gelandang serang tradisional, playmaker dalam, atau bahkan di sisi sayap. Fleksibilitas ini dinilai cocok dengan sistem Emery yang kerap membutuhkan pergerakan dinamis di lini depan. Pengamat sepak bola Ben Mattinson bahkan menjulukinya sebagai 'bakat elit' dan 'jenius kreatif'. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah ia bisa langsung menggantikan kontribusi Rogers yang sudah terbukti di Premier League.
Bagi Indonesia, pergerakan bursa transfer ini menarik untuk dicermati. Meski tidak ada pemain Asia Tenggara yang terlibat langsung, persaingan klub-klub Eropa dalam merekrut talenta muda seperti Baturina menunjukkan bagaimana pasar pemain terus bergerak dinamis. Jika Villa berhasil mendatangkan Baturina, ini bisa menjadi sinyal bahwa klub-klub Premier League semakin agresif dalam merekrut pemain dari liga-liga alternatif seperti Serie A.
Di sisi lain, keputusan Villa untuk mempertahankan atau melepas Rogers akan berdampak pada strategi transfer mereka ke depan. Dengan dana segar dari penjualan Rogers, Villa bisa saja mengalokasikan dana lebih besar untuk Baturina. Namun, jika Rogers bertahan, Villa harus memastikan tidak ada konflik internal akibat spekulasi yang terus berlangsung.
Ke depan, apakah Villa akan menyamai harga £69 juta yang diminta Como? Atau akankah mereka mencari alternatif lain? Yang jelas, bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian bagi ambisi Unai Emery dan pemilik klub, NSWE, untuk membawa Aston Villa ke level berikutnya.



