Jadwal Pembukaan Liga Skotlandia Memicu Kemarahan Celtic
Baca dalam 60 detik
- Celtic mengkritik keputusan SPFL yang menjadwalkan laga perdana mereka pada Senin malam karena bentrok dengan Commonwealth Games dan konser Calvin Harris.
- Klub juara bertahan itu mengaku telah berulang kali meminta jadwal akhir pekan, namun ditolak dengan alasan tidak ada opsi lain.
- Insiden ini menyoroti tantangan logistik dalam penjadwalan olahraga di tengah padatnya agenda kota besar, yang juga relevan bagi Indonesia.

Celtic secara terbuka menyatakan kekecewaannya setelah jadwal pertandingan pertama mereka di Scottish Premiership musim 2026-27 diumumkan jatuh pada Senin malam, bukan akhir pekan seperti yang diharapkan. Keputusan ini diambil karena bentrok dengan penyelenggaraan Commonwealth Games dan dua konser besar Calvin Harris di Glasgow pada akhir pekan yang sama.
Klub asal Glasgow itu mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan "berbagai upaya" kepada Scottish Professional Football League (SPFL) dan Kepolisian Skotlandia agar laga melawan Dundee pada 3 Agustus digelar pada Sabtu atau Minggu. Namun, permintaan tersebut ditolak dengan alasan tidak ada pilihan lain akibat padatnya agenda kota. Celtic Park, markas Celtic, berada tepat di sebelah Sir Chris Hoy Arena yang akan menjadi venue cabang olahraga sepeda Commonwealth Games pada 1-2 Agustus. Sementara itu, Hampden Park, stadion nasional Skotlandia, akan menggelar konser Calvin Harris pada hari yang sama.
Dalam pernyataannya, Celtic menegaskan bahwa jadwal akhir pekan seharusnya bisa difasilitasi demi kepentingan kedua tim, pendukung, dan martabat pertandingan. Manajemen klub juga mengaku telah bernegosiasi untuk memajukan waktu kick-off guna membantu suporter yang datang dari Irlandia. Meski demikian, semua pertandingan akhir pekan pembuka akan disiarkan langsung di televisi, termasuk laga Dundee United vs Rangers pada Jumat malam dan Hearts vs Aberdeen pada Sabtu sore.
Musim lalu menjadi salah satu yang paling dramatis dalam sejarah liga, dengan Celtic merebut gelar kelima beruntun setelah mengalahkan Hearts di menit-menit akhir pertandingan terakhir. Untuk musim depan, Celtic akan berusaha meraih gelar keenam secara beruntun. Namun, awal musim yang tidak ideal ini bisa menjadi gangguan awal bagi tim asuhan Brendan Rodgers.
Bagi Indonesia, kasus ini memberikan gambaran tentang kompleksitas penjadwalan olahraga di tengah padatnya agenda kota besar. Di dalam negeri, bentrokan jadwal antara kompetisi sepak bola, konser musik, dan acara olahraga lainnya kerap terjadi, terutama di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Pengalaman Celtic bisa menjadi pelajaran bagi penyelenggara liga dan pemerintah daerah untuk lebih mengoordinasikan agenda besar agar tidak merugikan klub, pemain, dan suporter.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah SPFL dan otoritas terkait akan belajar dari insiden ini untuk penjadwalan musim-musim mendatang, ataukah kepentingan komersial dan acara besar lainnya akan terus mendominasi. Celtic, sebagai salah satu klub terbesar di Skotlandia, pasti akan terus memperjuangkan haknya untuk mendapatkan jadwal yang adil dan layak bagi para pendukungnya.



