Baterai Ponsel Dicas Semalaman? Risiko Kebakaran Mengintai
Baca dalam 60 detik
- Meninggalkan perangkat berbasis baterai lithium dalam kondisi pengisian daya tanpa pengawasan meningkatkan risiko kebakaran akibat thermal runaway.
- Asosiasi Elektrikal dan Elektronik Malaysia (TEEAM) menekankan pentingnya menggunakan charger bersertifikasi dan menghindari pengisian di permukaan empuk.
- Pakar keselamatan kerja menyarankan pemisahan baterai dari perangkat jika tidak digunakan dalam waktu lama serta mematikan charger saat meninggalkan ruangan.

Kebiasaan meninggalkan ponsel atau perangkat elektronik lainnya dalam keadaan dicharge semalaman ternyata menyimpan bahaya laten yang dapat berujung pada kebakaran. Peringatan ini disuarakan oleh Asosiasi Elektrikal dan Elektronik Malaysia (TEEAM) yang menyoroti meningkatnya insiden kecelakaan akibat penanganan baterai lithium yang tidak tepat.
Menurut TEEAM, kesalahan paling umum adalah mengisi daya perangkat di atas kasur atau sofa. Permukaan yang empuk menghambat sirkulasi udara, menyebabkan panas terperangkap dan memicu reaksi kimia berantai yang dikenal sebagai thermal runaway. Dalam kondisi ini, suhu di dalam sel baterai melonjak tak terkendali, berpotensi menimbulkan ledakan atau api.
Tidak hanya di rumah, risiko juga mengintai pengguna kendaraan listrik mikro seperti e-bike dan e-skuter. TEEAM menyoroti praktik pemasangan baterai aftermarket tanpa sertifikasi yang kerap dilakukan bengkel tidak resmi. Hal serupa terjadi pada sistem penyimpanan energi rumah tangga yang dipasang tanpa pengawasan profesional. Di Indonesia, maraknya konversi sepeda motor listrik dan penggunaan power bank murah membuat potensi kecelakaan serupa perlu diwaspadai.
Ketua Federasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Malaysia, Dr. Abu Hasan Samad, menambahkan bahwa baterai yang tidak digunakan dalam waktu lama sebaiknya dilepas dari perangkat dan disimpan dalam wadah kedap udara. Ia juga menekankan pentingnya mematikan charger meskipun hanya meninggalkan ruangan sebentar. โHal yang sama berlaku untuk pengisian daya semalamanโapa pun bisa terjadi saat Anda tidur,โ ujarnya.
Peringatan ini semakin relevan setelah Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia, Datuk Seri Nor Hisham Mohammad, menyampaikan kekhawatiran serupa terkait meluasnya penggunaan baterai lithium-ion. Di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan kebakaran rumah yang diduga dipicu oleh perangkat elektronik, meskipun data spesifik terkait baterai lithium belum dipublikasikan secara terpisah.
Langkah pencegahan sederhana seperti menggunakan charger original, tidak mengisi daya di tempat tidur, dan membuang baterai bekas di titik pengumpulan limbah elektronik dapat menekan risiko secara signifikan. Namun, kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan utama. Pertanyaannya, akankah peringatan ini cukup mengubah kebiasaan yang sudah mengakar, atau justru insiden yang menjadi guru paling keras?

