Snap Inc. Luncurkan Kacamata AR Speks Seharga Rp35 Juta, Taruhan di Luar Smartphone
Baca dalam 60 detik
- Snap merilis Speks, kacamata augmented reality pertama untuk konsumen dengan banderol US$2.195, menantang dominasi smartphone di era AI.
- Produk ini hadir saat Snap menghadapi tekanan dari investor aktivis dan persaingan ketat dengan Meta serta Apple di pasar perangkat wearable.
- Speks mengandalkan ekosistem pengembang dan harga lebih murah dari Apple Vision Pro, namun masih lebih mahal dari kacamata pintar Meta.
Snap Inc. akhirnya melepas kacamata augmented reality (AR) pertamanya untuk konsumen, Speks, dengan harga selangit US$2.195 atau sekitar Rp35 juta. Langkah ini menjadi taruhan besar perusahaan media sosial tersebut di tengah tekanan bisnis iklan dan persaingan sengit dari raksasa teknologi seperti Meta dan Apple.
Diperkenalkan di Augmented World Expo di Long Beach, California, Selasa (16/6), Speks dirancang sebagai perangkat yang bisa menggantikan fungsi smartphone dalam keseharian. Kacamata ini mampu menampilkan petunjuk arah di jalan, menjawab pertanyaan dengan kecerdasan buatan (AI), hingga memutar konten streaming langsung di depan mata pengguna. Snap ingin membuktikan bahwa perangkat wearable bisa menjadi pusat komputasi baru, bukan sekadar aksesori.
Keputusan Snap meluncurkan Speks datang di saat yang kritis. Pendapatan iklan perusahaan terus tergerus oleh Meta dan TikTok, sementara investor aktivis Elliott Management mendesak Snap untuk memisahkan atau menutup unit Speks yang telah membakar lebih dari US$3,5 miliar. Namun, CEO Evan Spiegel tetap optimis. "Kami ingin membangun tipe komputer yang benar-benar baru," ujarnya kepada Reuters.
Speks mengusung desain retro ala kacamata hitam tebal dengan bingkai hitam. Tidak seperti Apple Vision Pro yang membutuhkan baterai eksternal, Speks adalah perangkat mandiri tanpa kabel atau aksesori. Melalui lensa AR-nya, pengguna bisa melihat lapisan digital yang menyatu dengan dunia nyataโmulai dari simulasi pendaratan Apollo 11 hingga panduan golf PuttView. Snap juga membekali Speks dengan fitur perekaman video, menjadikannya pesaing langsung kacamata pintar Meta.
Analis Anshel Sag dari Moor Insights & Strategy menilai harga Speks masih di atas ekspektasi konsumen untuk kacamata AR. Namun, ia mengakui bahwa membangun kacamata AR sepenuhnya sangat sulit dan mahal. "Snap menjadi salah satu yang pertama melakukannya, dan itu adalah pencapaian besar," katanya. Sag juga menyoroti sistem operasi Speks yang "kurang dihargai" tetapi menjadi kunci produk.
Snap menghadapi tantangan dari berbagai arah. Google telah bermitra dengan Warby Parker untuk meluncurkan kacamata pintar bertenaga AI tahun lalu. Apple dilaporkan sedang mengembangkan produk serupa yang bisa dirilis tahun depan. OpenAI, yang mengakuisisi startup mantan desainer Apple Jony Ive, juga dikabarkan tertarik membuat kacamata. Persaingan ini membuat Snap harus bergerak cepat.
Untuk memenangkan pasar, Snap mengandalkan komunitas pengembang. Perusahaan mengklaim "ratusan ribu" pengembang sudah menggunakan Lens Studio, dan kini meluncurkan alat pembuatan aplikasi melalui Claude Code, Codex, dan Cursor. Langkah ini diharapkan bisa memperkaya konten AR Speks dan menarik lebih banyak pengguna. Namun, dengan harga yang masih tinggi dan persaingan yang ketat, mampukah Speks menjadi "komputer baru" yang diimpikan Spiegel? Atau hanya akan menjadi gawai mahal yang terlupakan?


