Hari Bhayangkara ke-80: Kapolres Madiun Jenguk Anggota Sakit dan Purnawirawan, Tebar Santunan
Baca dalam 60 detik
- Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengunjungi anggota Polri yang sakit dan purnawirawan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
- Kegiatan anjangsana ini diisi dengan pemberian santunan, paket sembako, dan parcel buah sebagai bentuk kepedulian institusi.
- Polres Madiun berharap tradisi silaturahmi ini memperkuat solidaritas internal dan pengabdian kepada masyarakat.
Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara memulai rangkaian kegiatan dengan mengunjungi anggota yang tengah sakit serta para purnawirawan Polri di wilayah Kabupaten Madiun, Selasa (16/6/2026). Langkah ini menjadi penanda bahwa perayaan institusi tidak melulu soal seremoni, melainkan juga penguatan ikatan batin antargenerasi.
Dalam kunjungan yang berlangsung sejak pagi, Kapolres didampingi para pejabat utama Polres Madiun mendatangi rumah-rumah anggota yang sedang menjalani pemulihan kesehatan maupun para pensiunan yang telah mengabdikan diri puluhan tahun. Setiap persinggahan diisi dengan percakapan hangat, sembari menyerahkan bantuan berupa santunan tunai, paket sembako, dan parcel buah.
Menurut AKBP Kemas Indra, anjangsana bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud nyata bahwa Polri adalah keluarga besar. โIni bentuk penghormatan dan perhatian kami kepada anggota yang sedang sakit serta para purnawirawan yang telah memberikan dedikasi terbaik. Kami berharap silaturahmi ini membawa semangat dan kebahagiaan,โ ujarnya dalam kesempatan tersebut.
Suasana kekeluargaan terasa dominan sepanjang kunjungan. Para purnawirawan yang ditemui tampak antusias menyambut rombongan, beberapa di antaranya bahkan memberikan masukan tentang dinamika tugas kepolisian masa kini. Interaksi semacam ini, menurut pengamat kepolisian dari Universitas Indonesia, menunjukkan bahwa hubungan vertikal di Polri tetap terawat meski struktur organisasi semakin modern.
Bagi masyarakat luas, kegiatan ini mengirimkan pesan bahwa institusi Polri tidak melupakan jasa para pendahulunya. Di tengah sorotan publik terhadap profesionalisme aparat, langkah Kapolres Madiun menjadi contoh bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan tetap dijaga. Ke depan, Polres Madiun berencana menjadikan anjangsana sebagai program rutin, tidak hanya saat Hari Bhayangkara tetapi juga di momen-momen lain seperti Idulfitri dan Natal.
Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah tradisi serupa akan diadopsi oleh kepolisian daerah lain di Indonesia? Jika ya, hal ini bisa menjadi tolok ukur baru dalam membangun budaya organisasi yang lebih humanis di institusi penegak hukum.



