Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Qinghai: Satu Tewas, Tambang Batu Bara Dievakuasi
Baca dalam 60 detik
- Gempa berkekuatan 6,3 SR di Qinghai, China barat laut, menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya pada Selasa sore.
- Seluruh pekerja tambang batu bara di dekat episenter berhasil dievakuasi, sementara tim penyelamat masih mencari korban terjebak.
- Otoritas China mengaktifkan respons darurat dan memantau risiko bencana susulan, termasuk gempa susulan berkekuatan 4,9 SR.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang Provinsi Qinghai, China barat laut, pada Selasa (16/6/2026) sore, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai empat lainnya. Otoritas setempat melaporkan bahwa guncangan terjadi di wilayah dataran tinggi Prefektur Haixi, memicu evakuasi massal pekerja tambang batu bara di sekitar episenter.
Menurut China Earthquake Networks Center, gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer pada pukul 17.06 waktu Beijing. Guncangan utama diikuti oleh serangkaian gempa susulan, termasuk satu gempa berkekuatan magnitudo 4,9 yang menambah kekhawatiran akan potensi kerusakan lebih lanjut. Administrasi Gempa China segera mengaktifkan mekanisme tanggap darurat untuk menangani dampak bencana.
Laporan dari kantor berita Xinhua menyebutkan bahwa tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi untuk mencari kemungkinan korban terjebak di reruntuhan. Selain itu, otoritas juga tengah mengkaji risiko bencana sekunder, seperti tanah longsor atau keruntuhan bangunan, yang kerap menyertai gempa di kawasan pegunungan. Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban jiwa dan kerugian material masih dalam pendataan.
Qinghai merupakan provinsi dengan topografi tinggi dan aktivitas seismik yang cukup sering. Meski demikian, gempa magnitudo 6,3 tergolong signifikan dan berpotensi memicu kerusakan, terutama di area pertambangan yang padat aktivitas. Evakuasi cepat terhadap pekerja tambang menjadi prioritas untuk mencegah korban lebih banyak. Para ahli geologi memperingatkan bahwa gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi. Sebagai negara yang terletak di Cincin Api Pasifik, Indonesia kerap mengalami gempa dengan magnitudo serupa. Pengalaman China dalam mengevakuasi pekerja tambang secara cepat dapat menjadi pelajaran berharga bagi industri pertambangan di Indonesia, terutama di wilayah rawan gempa seperti Papua, Sulawesi, dan Sumatera. Selain itu, sistem peringatan dini dan prosedur evakuasi yang efektif perlu terus diperkuat untuk meminimalkan korban jiwa.
Ke depan, fokus utama otoritas China adalah pemulihan pascagempa dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak. Pertanyaan yang muncul adalah seberapa besar dampak gempa terhadap produksi batu bara di kawasan tersebut, mengingat Qinghai merupakan salah satu penghasil batu bara penting di China. Gangguan pasokan batu bara dapat berimplikasi pada harga energi global, termasuk di Indonesia yang merupakan eksportir batu bara utama.



