Tina Daheley Tinggalkan BBC Radio 2 Breakfast Show Setelah Tujuh Tahun
Baca dalam 60 detik
- Penyiar berita Tina Daheley mundur dari acara sarapan BBC Radio 2 setelah tujuh tahun mengudara.
- Kepergiannya terjadi menjelang transisi kepemimpinan acara ke Sara Cox, menyusul pemecatan Scott Mills pada Maret lalu.
- Daheley tetap akan tampil di BBC Radio 2 dan BBC One, serta mengisyaratkan proyek baru di masa depan.

Tina Daheley, penyiar berita berusia 45 tahun, resmi mengakhiri perannya sebagai pembaca berita di BBC Radio 2 Breakfast Show setelah lebih dari tujuh tahun. Dalam pernyataan yang diunggah di Instagram pada Selasa (16/06), Daheley menyebut posisi itu sebagai "salah satu kehormatan terbesar dalam hidup saya," namun memastikan bahwa ia masih akan terus berkontribusi di stasiun radio tersebut, termasuk mengisi acara Jeremy Vine selama musim panas.
Daheley mengawali karier sarapannya di BBC pada 2007 di 1Xtra, bergabung dengan Trevor Nelson. Selama 18 tahun, ia berpindah ke Radio 1 dan akhirnya ke Radio 2 pada 2019 saat Zoe Ball mengambil alih Breakfast Show. Ia tetap bertahan saat Scott Mills menggantikan Ball tahun lalu. Kini, kepergiannya membuka jalan bagi Sara Cox yang akan menjadi host baru mulai pekan depan.
โSetelah 18 tahun dan enam acara sarapan berturut-turut โ mungkin sebuah rekor โ saya menantikan untuk bisa tidur lebih lama,โ ujar Daheley, yang juga tampil di BBC Breakfast dan BBC News. Ia menambahkan bahwa ia akan tetap setia mendengarkan sambil mengantar anak ke sekolah.
Keputusan Daheley mundur tidak lepas dari dinamika internal BBC. Scott Mills, pendahulu Cox, dipecat pada Maret lalu setelah penyelidikan polisi atas tuduhan pelanggaran seksual terhadap remaja laki-laki di bawah 16 tahun pada 1997โ2000. Meski kasus itu ditutup pada 2019 karena bukti tidak mencukupi, BBC mengonfirmasi bahwa kontrak Mills telah diakhiri tanpa menyebutkan kaitannya dengan penyelidikan tersebut.
Bagi pendengar setia BBC Radio 2, kepergian Daheley menandai akhir dari satu era. Namun, ia memberi isyarat akan hadir di slot siang hari saat Jeremy Vine cuti dan di BBC One setelah musim panas. โSaya tidak meninggalkan Radio 2,โ tegasnya, seraya menyebut proyek baru yang belum diungkap.
Di Indonesia, fenomena pergantian penyiar di stasiun radio besar juga lazim terjadi, terutama ketika terjadi perubahan format atau kontroversi. Kasus Mills mengingatkan pada pentingnya tata kelola sumber daya manusia di media publik, di mana transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci menjaga kepercayaan pendengar.
Ke depan, BBC Radio 2 harus membangun kembali ritme baru dengan Cox di pucuk acara sarapan. Pertanyaannya, akankah pendengar setia Daheley beralih ke Cox, atau justru mencari alternatif lain? Hanya waktu yang akan membuktikan.



