Zidane Iqbal: Pemain Irak yang Membawa Harapan 240 Juta Warga Pakistan ke Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Irak Zidane Iqbal akan menjadi pemain pertama berdarah Pakistan yang tampil di Piala Dunia putra, sebuah pencapaian yang dinanti oleh negara dengan populasi terbesar kelima di dunia.
- Pakistan, yang peringkatnya 198 di FIFA, belum pernah lolos ke Piala Dunia dan hanya memenangkan satu pertandingan kualifikasi sepanjang sejarah.
- Kisah Iqbal diharapkan menginspirasi generasi muda diaspora Asia Selatan untuk mengejar karier sepak bola profesional.

Seorang mantan prospek Manchester United akan mencatatkan sejarah Piala Dunia putra jika ia melangkah ke lapangan untuk Irak pada Selasa mendatang—namun bukan untuk negara yang ia bela. Momen itu justru akan menjadi monumental bagi para penggemar di Pakistan, negara dengan lebih dari 240 juta jiwa, populasi terbesar kelima di dunia, yang tim sepak bolanya tak pernah menembus Piala Dunia.
Zidane Iqbal, gelandang FC Utrecht yang pernah menimba ilmu di akademi Manchester United, dipastikan menjadi pemain pertama keturunan Pakistan yang tampil di Piala Dunia putra. Ia mewakili Irak melalui garis ibu, sementara ayahnya lahir di Pakistan. Iqbal mengaku terkejut saat mengetahui pencapaian ini, namun ia bangga dengan warisan budayanya.
"Sejujurnya, saya sendiri tidak mengetahuinya. Saya mengikuti akun yang memposting bahwa saya adalah pemain pertama keturunan Pakistan di Piala Dunia putra, dan langsung mengirimkannya ke ayah saya. Kami berdua terkejut. Saat berusaha lolos ke Piala Dunia bersama Irak, saya tidak pernah memikirkan hal seperti ini," ujar Iqbal kepada BBC Sport.
Iqbal lahir dan besar di Manchester. Ia mengenakan bendera Irak di sepatu kiri dan bendera Pakistan di sepatu kanan sebagai simbol penghormatan terhadap kedua sisi keluarganya. "Ketika orang bertanya apa yang lebih saya rasakan, saya tidak bisa menjawab. Bagi saya, keduanya setara. Ini tentang rasa hormat dan sesuatu yang saya bawa dengan penuh kebanggaan," katanya.
Pencapaian ini bukan yang pertama bagi Iqbal terkait latar belakangnya. Ia menjadi pemain Inggris keturunan Asia Selatan pertama dalam hampir 20 tahun yang tampil di Liga Champions. Kini, ia berharap kisahnya bisa menginspirasi generasi berikutnya. "Saya masih muda, tapi saya akan menjadi pemain Pakistan pertama yang bermain di Piala Dunia. Semoga anak-anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola melihat itu dan percaya mereka juga bisa melakukannya," ujarnya.
Ahmed Shahzad, pengelola akun media sosial Pakistani Talents, mengatakan bahwa setiap penggemar sepak bola Pakistan tahu tentang Zidane Iqbal. "Secara historis, representasi Pakistan di level tertinggi sepak bola sangat sedikit, terutama di panggung global seperti Piala Dunia. Melihat seseorang secara terbuka merangkul identitasnya, seperti yang dilakukan Zidane Iqbal, membuat sepak bola terasa lebih mungkin bagi kami yang berlatar belakang Pakistan," jelas Shahzad.
Bagi Indonesia, kisah Iqbal relevan mengingat besarnya populasi dan potensi sepak bola di Asia Tenggara. Indonesia, dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta, juga belum pernah lolos ke Piala Dunia. Pencapaian Iqbal bisa menjadi cermin bahwa pemain diaspora mampu membawa harapan bagi negara asal orang tua mereka, sekaligus mendorong pengembangan bakat lokal.
Irak tergabung di grup berat bersama Prancis, Norwegia, dan Senegal. Namun Iqbal optimistis: "Kami pergi ke sana tanpa tekanan. Kami adalah underdog. Jika kalah, orang sudah menduga. Jika menang, kami akan mengejutkan dunia." Pertanyaannya, akankah momen bersejarah ini menjadi titik balik bagi sepak bola Pakistan, atau sekadar kilasan singkat di panggung terbesar?



