Persik Kediri Rombak Manajer Tim Jelang Super League 2026/2027
Baca dalam 60 detik
- Persik Kediri mempromosikan M. Syahid Nur Ichsan ke posisi Direktur Operasional setelah tiga musim sebagai manajer tim.
- Rachmad Tri Kuncara, yang sebelumnya asisten manajer, resmi menggantikan posisi manajer tim untuk musim depan.
- Perombakan ini merupakan bagian dari strategi klub memperkuat struktur organisasi dan profesionalisme menjelang kompetisi baru.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259902/original/094988300_1781518858-1000899365.jpg)
Persik Kediri melakukan perombakan di jajaran manajemen tim menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Klub berjuluk Macan Putih itu mempromosikan M. Syahid Nur Ichsan ke posisi Direktur Operasional, sementara kursi manajer tim diserahkan kepada Rachmad Tri Kuncara yang sebelumnya menjabat asisten manajer.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyegaran struktur organisasi untuk menghadapi tantangan kompetisi yang semakin ketat. Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina, menegaskan bahwa perubahan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan upaya memperkuat fondasi klub sebagai entitas profesional. "Tugas baru ini bukanlah tugas yang mudah. Masing-masing memiliki tantangan tersendiri. Tapi semua tetap dengan tujuan untuk membangun kekuatan yang lebih solid dalam berbagai lini Persik sebagai sebuah klub profesional," ujarnya.
Rachmad Tri Kuncara dinilai memiliki pemahaman mendalam terhadap kultur dan visi klub. Selama tiga musim mendampingi Syahid, ia dianggap mampu menjaga kontinuitas program sekaligus menghadirkan inovasi. "Rachmad Tri Kuncara telah menjadi bagian dari perjalanan Persik selama beberapa tahun terakhir. Kami percaya pengalaman dan kemampuan adaptasinya pada tugas baru menjadi modal penting bagi Persik di musim mendatang," jelas Souraiya.
Perombakan ini juga menjadi sinyal keseriusan Persik dalam mengelola klub secara profesional. Dengan promosi Syahid ke Direktur Operasional, klub berharap ada sinergi lebih kuat antara aspek operasional dan teknis tim. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Persik untuk terus berkembang, baik di dalam maupun luar lapangan, serta mendukung kemajuan sepak bola di Kediri dan sekitarnya.
Ke depan, Persik Kediri dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan performa dan meningkatkan prestasi di Super League. Dengan struktur manajemen yang baru, publik menanti apakah rotasi ini akan membawa dampak positif bagi konsistensi tim. Pertanyaan yang muncul: mampukah Rachmad Tri Kuncara meneruskan estafet kepemimpinan dan membawa Persik ke level yang lebih tinggi?



