Arsenal Siapkan Dana Besar demi Dua Bintang Baru: Morgan Rogers dan Christos Tzolis
Baca dalam 60 detik
- Arsenal memulai negosiasi resmi dengan Aston Villa untuk merekrut Morgan Rogers, dengan nilai transfer diperkirakan mencapai ยฃ80 juta.
- Selain Rogers, Arsenal juga menjajaki kemungkinan mendatangkan Christos Tzolis dari Club Brugge, yang musim lalu mencatat 22 gol dan 29 assist.
- Kedua pemain diharapkan menjadi solusi atas ketajaman lini depan yang mandek, menggantikan peran Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli yang kurang produktif.

Arsenal semakin serius membangun kembali lini serang mereka. Klub asal London Utara itu dikabarkan telah memasuki tahap negosiasi antarklub dengan Aston Villa untuk merekrut Morgan Rogers, pemain sayap berusia 23 tahun yang dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik PFA musim 2024/2025. Langkah ini menjadi sinyal bahwa The Gunners tidak main-main dalam upaya memperkuat daya gedor mereka musim depan.
Kabar ini pertama kali diungkap oleh pakar transfer Fabrizio Romano melalui kanal YouTube-nya. Menurut Romano, Arsenal sudah lama memantau Rogers dan menjadikannya target utama untuk posisi sayap. โArsenal sangat menginginkannya. Mereka terus berkomunikasi dengan pihak pemain dan kini juga dengan klub,โ ujar Romano. Namun, ia mengingatkan bahwa bernegosiasi dengan Aston Villa tidak pernah mudah, terutama untuk pemain sekaliber Rogers yang baru saja membantu Villa memenangkan Liga Europa dan lolos ke Liga Champions.
Tak hanya Rogers, Arsenal juga bergerak mendatangkan Christos Tzolis dari Club Brugge. Pemain asal Yunani berusia 24 tahun itu mencatatkan statistik mencengangkan: 22 gol dan 29 assist dalam 52 pertandingan musim 2025/2026, serta 21 gol dan 16 assist pada musim sebelumnya. Meski bermain di liga yang lebih rendah, produktivitas Tzolis sulit diabaikan. Romano menegaskan bahwa pembicaraan dengan Brugge bersifat terpisah dan bukan sebagai alternatif jika gagal mendapatkan Rogers. Artinya, Arsenal berencana merekrut keduanya sekaligus.
Keputusan Arsenal untuk berinvestasi besar di lini depan bukan tanpa alasan. Performa Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli musim lalu dinilai mengecewakan. Trossard sempat tidak mencetak gol dalam 25 pertandingan beruntun sebelum akhirnya mencetak gol krusial melawan West Ham. Sementara Martinelli hanya mengoleksi satu gol di Premier League sepanjang musim. Kedua pemain itu dianggap sebagai titik lemah dalam skuad yang baru saja menjuarai Premier League.
Manajer Mikel Arteta selama ini lebih fokus membangun pertahanan dan lini tengah. Kini, dengan fondasi yang kokoh, saatnya ia berani di lini depan. Rogers dan Tzolis dinilai memiliki profil yang saling melengkapi. Rogers, yang bisa bermain di sayap kiri maupun sebagai gelandang serang, menawarkan fleksibilitas dan pengalaman di level tertinggi. Sedangkan Tzolis, meski berasal dari liga yang lebih rendah, memiliki naluri gol yang tajam dan kecepatan yang merepotkan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal ini menarik untuk diikuti. Kedatangan pemain-pemain baru seperti Rogers dan Tzolis tidak hanya akan meningkatkan persaingan di Premier League, tetapi juga berpotensi mengubah peta kekuatan tim. Apalagi, Arsenal kini memiliki daya tarik sebagai juara bertahan, sehingga lebih mudah mendatangkan pemain top. Pertanyaannya, mampukah Arteta memadukan dua bakat muda ini tanpa mengganggu harmoni tim? Atau justru persaingan internal akan membuat performa tim semakin moncer?



