Giroud: Kante Tetap Nyawa Timnas Prancis di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Olivier Giroud menyebut N'Golo Kante masih menjadi pemain kunci Prancis meski usianya 35 tahun dan bermain di luar liga top Eropa.
- Pelatih Didier Deschamps diperkirakan akan memainkan Kante sebagai pemain pengganti di awal turnamen, namun perannya krusial saat menjaga keunggulan.
- Kante dianggap sebagai 'mascot' tim yang membawa harmoni dan semangat juang, serta menjadi panutan bagi pemain muda Prancis.

Olivier Giroud, legenda Timnas Prancis, menegaskan bahwa N'Golo Kante tetap menjadi elemen vital bagi Les Bleus di Piala Dunia 2026, meskipun usianya sudah 35 tahun dan kini bermain di Fenerbahce, Turki, setelah sempat merumput di Arab Saudi. Menurut Giroud, kemampuan Kante dalam menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang tidak pernah pudar, dan ia masih bisa diandalkan kapan pun dibutuhkan.
Giroud mengungkapkan bahwa delapan tahun lalu, Kante sempat berniat pensiun dari tim nasional setelah Piala Dunia 2018. Saat itu, Giroud meyakinkannya untuk terus bermain. Kini, Kante tetap menjadi pilihan utama Deschamps, meskipun banyak yang meragukan performanya karena tidak lagi bermain di liga top Eropa. Giroud menilai bahwa Deschamps telah berevolusi dalam memandang pemain yang berkarier di luar Eropa, karena level kompetisi di liga-liga tersebut kini semakin meningkat.
Dalam skema permainan Prancis, Giroud memperkirakan bahwa Kante akan lebih sering menjadi pemain pengganti di babak pertama turnamen, dengan Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot sebagai starter. Namun, ia menekankan bahwa Prancis tidak bisa hanya mengandalkan dua gelandang sepanjang turnamen, terutama dengan empat pemain menyerang seperti Michael Olise, Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Kylian Mbappe di depan. Di sinilah peran Kante menjadi krusial: ia memberikan keseimbangan yang diperlukan, terutama saat tim harus mempertahankan keunggulan.
Giroud membandingkan situasi saat ini dengan Piala Dunia 2018, di mana Prancis memiliki keseimbangan sempurna berkat duet Kante dan Paul Pogba di lini tengah. Ia yakin bahwa Kante akan kembali memainkan peran penting jika Prancis menghadapi lawan kuat dan harus bertahan. "Saya tidak akan terkejut jika di babak akhir turnamen, dia menjadi starter," ujar Giroud.
Selain kemampuan teknis, Kante juga dianggap sebagai perekat tim. Giroud menggambarkannya sebagai pribadi yang pendiam, pemalu, namun selalu ceria. "Dia seperti sinar matahari saat tersenyum," kata Giroud. Kante tidak minum alkohol dan lebih suka menghabiskan waktu di rumah bermain catur di ponselnya. Sifatnya yang rendah hati dan semangat juangnya di lapangan menjadi contoh bagi pemain muda Prancis. "Jika mereka melihat seberapa banyak dia berlari, mereka akan mengikutinya," tegas Giroud.
Menjelang laga perdana melawan Senegal, Giroud mengingatkan bahwa Piala Dunia 2002 menjadi pelajaran berharga, di mana Prancis sebagai juara bertahan gagal lolos dari fase grup. Ia menekankan pentingnya memulai turnamen dengan kemenangan, meskipun permainan belum sempurna. "Kami harus finis di puncak grup untuk membuat pernyataan dan menemukan level yang kami butuhkan nanti," pungkasnya. Pertanyaan besarnya: akankah generasi baru Prancis mampu menulis sejarah mereka sendiri, atau justru terjerat ekspektasi yang membebani?



