Pasar Global Menguat: Kesepakatan AS-Iran dan IPO SpaceX Dongkrak Sentimen
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan sementara AS-Iran membuka Selat Hormuz menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi global.
- IPO SpaceX yang memecahkan rekor serta momentum saham AI mendorong indeks Wall Street dan Eropa ke level positif.
- Bursa Asia-Pasifik, termasuk Jepang dan Australia, ikut terkerek; JSE diproyeksikan menguat dengan sektor sumber daya sebagai motor utama.

Pasar ekuitas global mencatatkan reli signifikan setelah kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz berhasil menekan harga minyak dan meredakan ketegangan geopolitik. Kondisi ini langsung mendorong investor beralih ke aset berisiko, dengan saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) memimpin penguatan.
Wall Street menutup pekan dengan catatan positif: S&P 500 naik 0,50%, Nasdaq menguat 0,31%, dan Dow Jones melesat 0,70%. Momentum tambahan datang dari debut perdana SpaceX yang mencatat rekor, menandakan tingginya permintaan investor terhadap saham pertumbuhan. Di Eropa, FTSE 100 mengakhiri pekan dengan kenaikan 1,63%, sementara Euro Stoxx 50 melonjak 2,16%, didukung oleh harga energi yang lebih rendah dan berkurangnya kekhawatiran akan kenaikan suku bunga.
Di kawasan Asia-Pasifik, indeks Hang Seng naik 0,45% karena investor beralih ke sektor keuangan dan teknologi. Nikkei 225 melesat 4,83%, sementara ASX 200 naik 1,34% seiring optimisme bahwa tekanan inflasi mulai mereda dan bank sentral mungkin menghentikan siklus kenaikan suku bunga. Penguatan ini juga didorong oleh lonjakan indeks ASX 300 Metals & Mining sebesar 4,43%, yang memberikan sinyal positif bagi sektor komoditas global.
Di Indonesia, sentimen positif pasar global berpotensi menular ke bursa domestik. Analis menilai bahwa penurunan harga minyak akibat kesepakatan AS-Iran dapat mengurangi tekanan biaya impor energi, yang selama ini membebani anggaran subsidi dan inflasi dalam negeri. Sektor komoditas, terutama tambang dan perkebunan, diperkirakan akan menjadi salah satu motor penggerak IHSG dalam waktu dekat. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan saham teknologi global seperti Tencent yang melemah 0,43% di awal perdagangan, yang dapat memengaruhi saham-saham teknologi di Indonesia.
Bursa Afrika Selatan (JSE) juga diprediksi akan menguat pada pembukaan perdagangan Senin ini. First National Bank (FNB) dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa penguatan futures global dan perdagangan Asia yang solid menjadi katalis utama. Sektor sumber daya diperkirakan memimpin, didukung oleh kenaikan harga emas dan platinum. Jumat lalu, indeks All Share Index dan Top 40 masing-masing naik 2,24% dan 2,33%, dengan sektor sumber daya melonjak 4,72% berkat penguatan logam mulia dan bahan baku.
Ke depan, pasar akan mencermati apakah kesepakatan AS-Iran benar-benar bertahan dan mampu menjaga stabilitas harga minyak. Jika berlanjut, tekanan inflasi global dapat terus mereda, membuka ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter. Namun, risiko ketidakpastian geopolitik masih membayangi, terutama terkait implementasi kesepakatan di lapangan.


