Drama Enam Gol: Jepang Paksa Belanda Imbang 2-2 di Laga Perdana Grup F Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Jepang bangkit dua kali untuk menahan imbang Belanda 2-2 di laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026, berkat gol penyeimbang Daichi Kamada pada menit ke-89.
- Belanda unggul lebih dulu lewat Virgil van Dijk dan Crysencio Summerville, namun Jepang menyamakan kedudukan melalui Keito Nakamura dan Kamada.
- Hasil ini membuat persaingan Grup F semakin ketat, dengan kedua tim masih berpeluang lolos ke babak berikutnya.

Jepang menunjukkan mental baja dengan mencuri satu poin dari Belanda dalam laga sengit yang berakhir 2-2 di AT&T Stadium, Dallas, pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026, Senin (15/6) waktu setempat. Tim Samurai Blue dua kali tertinggal, namun dua kali pula mampu menyamakan kedudukan, membuat Belanda harus puas berbagi angka.
Pertandingan yang mempertemukan tim peringkat kedelapan dan kedelapan belas dunia ini berlangsung ketat sejak menit awal. Belanda, yang diunggulkan berdasarkan peringkat FIFA, tampil dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang di babak pertama. Donyell Malen hampir membuka keunggulan pada menit ketiga, namun tendangannya masih bisa ditepis kiper Jepang, Zion Suzuki. Cody Gakpo juga memiliki peluang, tetapi sundulannya masih melambung. Jepang bukannya tanpa ancaman; Keito Nakamura melepaskan tendangan voli yang melebar tipis pada menit ke-43.
Babak kedua berjalan lebih hidup. Belanda memecah kebuntuan pada menit ke-51 melalui sundulan kapten Virgil van Dijk memanfaatkan umpan silang Ryan Gravenberch. Ini menjadi gol perdana van Dijk di Piala Dunia. Namun, keunggulan Belanda hanya bertahan enam menit. Takefusa Kubo memberikan umpan kepada Nakamura yang melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti, menaklukkan Bart Verbruggen. Skor imbang 1-1.
Belanda kembali unggul pada menit ke-64. Gravenberch kembali menjadi kreator, memberikan bola kepada Crysencio Summerville yang memotong dari sayap kanan dan melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh gawang. Itu adalah gol internasional perdana bagi Summerville. Pelatih Belanda Ronald Koeman kemudian melakukan tiga pergantian pemain pada menit ke-70, memasukkan Memphis Depay, Teun Koopmeiners, dan Quinten Timber.
Jepang tidak menyerah. Pelatih Hajime Moriyasu merespons dengan memasukkan Takehiro Tomiyasu, Yukinari Sugawara, dan Kลki Ogawa pada menit ke-75. Tekanan demi tekanan dilancarkan, dan hasilnya terbayar pada menit ke-89. Sepak pojok Junya Ito disundul Ogawa, bola mengenai Daichi Kamada dan berbelok arah masuk ke gawang Belanda. Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, meskipun wasit memberikan enam menit waktu tambahan.
Hasil imbang ini membuka peluang bagi kedua tim untuk lolos ke babak 16 besar. Belanda, yang diunggulkan, harus bekerja keras di laga berikutnya, sementara Jepang menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menampilkan permainan cepat dan penuh kejutan, mirip dengan gaya sepak bola Asia yang mulai diperhitungkan di pentas dunia.
Pertandingan selanjutnya di Grup F akan menjadi penentu. Belanda akan berhadapan dengan lawan yang lebih berat, sementara Jepang akan berusaha mempertahankan momentum positif. Akankah Jepang mampu melaju lebih jauh? Atau Belanda akan bangkit dan menunjukkan kelasnya? Hanya waktu yang bisa menjawab.



