Turki Terpuruk di Laga Perdana Piala Dunia, Montella: Masih Ada Waktu untuk Bangkit
Baca dalam 60 detik
- Turki kalah 0-2 dari Australia pada laga pembuka Grup D Piala Dunia 2026, meski mendominasi penguasaan bola.
- Pelatih Vincenzo Montella mengakui timnya lambat panas dan kalah duel fisik, namun optimistis masih bisa lolos ke fase gugur.
- Laga krusial melawan Paraguay pada 19 Juni di San Francisco menjadi penentu nasib Turki di turnamen.
Kekalahan perdana di Piala Dunia 2026 membuat Turki harus segera berbenah. Vincenzo Montella, pelatih asal Italia, mengakui timnya tampil lambat dan kalah sengit secara fisik saat dibungkam Australia 0-2 di Vancouver, Sabtu (13/6). Meski demikian, ia menegaskan bahwa peluang untuk melaju ke babak knockout masih terbuka lebar.
Turki, yang kembali tampil di Piala Dunia setelah absen sejak 2002, mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Australia. Namun, tembok kokoh berjuluk "Socceroos" itu tak mampu ditembus. Sebaliknya, Australia justru efektif memanfaatkan serangan balik cepat dan unggul dalam duel-duel fisik, terutama saat merebut bola udara di kotak penalti. Montella mengakui kelemahan timnya: "Mereka sangat tinggi, jadi kadang sulit untuk bersaing."
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad Turki, terutama setelah kapten Hakan Calhanoglu sebelumnya menyatakan timnya lebih berbakat dari Australia. Pernyataan itu memicu kontroversi, namun Montella bersikap sportif dengan memuji permainan lawan. "Mereka tampil sangat baik," ujarnya. Kini, Turki hanya unggul selisih gol atas Paraguay di dasar klasemen Grup D. Kemenangan mutlak menjadi harga mati jika ingin menjaga asa lolos ke 16 besar.
Bagi Indonesia, performa Turki ini menarik dicermati. Meski bukan lawan langsung, gaya bermain fisik Australia bisa menjadi pelajaran bagi Timnas Garuda yang kerap kalah duel udara saat menghadapi tim-tim Eropa atau Australia. Selain itu, kegagalan Turki memanfaatkan dominasi penguasaan bola juga mengingatkan pentingnya efektivitas di depan gawangโsebuah masalah klasik sepak bola Asia Tenggara.
Montella masih punya waktu seminggu untuk membenahi taktik dan mental pemain. Pertandingan melawan Paraguay pada 19 Juni di San Francisco akan menjadi ujian sesungguhnya. Akankah Turki mampu bangkit seperti yang dijanjikan sang pelatih, atau justru kembali terpuruk dan harus pulang lebih awal? Jawabannya akan segera terungkap.



