Ben Gannon-Doak: Bintang Muda Skotlandia yang Mencuri Perhatian di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Skotlandia meraih kemenangan perdana di Piala Dunia setelah 36 tahun berkat gol John McGinn, namun sorotan justru tertuju pada penampilan gemilang winger berusia 20 tahun, Ben Gannon-Doak.
- Gannon-Doak, yang sebelumnya absen di Euro 2024 karena cedera, tampil agresif dan kreatif di sisi kanan, menjadi motor serangan Skotlandia sepanjang laga.
- Pemain Bournemouth ini membawa semangat baru bagi generasi muda Skotlandia yang tidak terbebani kegagalan masa lalu, dan diyakini akan menjadi pilar tim di masa depan.

Skotlandia akhirnya memutus puasa kemenangan di Piala Dunia setelah menundukkan Haiti 1-0 dalam laga pembuka Grup D di Boston Stadium, Kamis (12/6) waktu setempat. Namun, di balik gol tunggal John McGinn yang menjadi penentu, nama Ben Gannon-Doak-lah yang mencuri perhatian. Pemain sayap berusia 20 tahun itu tampil sebagai motor serangan paling berbahaya Skotlandia, menunjukkan bahwa masa depan tim tidak lagi bergantung pada nama-nama senior semata.
Pertandingan melawan Haiti bukan sekadar laga biasa bagi Skotlandia. Ini adalah penampilan perdana mereka di putaran final Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun, sekaligus kesempatan untuk meraih kemenangan pertama sejak 1986. Ketegangan sempat menyelimuti pendukung yang memadati stadion, terutama saat Haiti beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat. Namun, Gannon-Doak hadir sebagai pelepas dahaga. Setiap kali ia mendapatkan bola di sayap kanan, ia langsung menusuk pertahanan lawan dengan kecepatan dan keberanian yang jarang terlihat dari pemain Skotlandia dalam beberapa tahun terakhir.
Pemain kelahiran Irvine, Skotlandia ini nyaris menjadi kreator gol pembuka saat umpan silangnya disambut tendangan voli Scott McTominay yang membentur tiang. Beberapa menit kemudian, ia kembali menusuk dari sisi kanan, memberikan umpan kepada Che Adams yang tembakannya ditepis kiper Haiti, namun bola muntah langsung disambar McGinn untuk mencetak gol bersejarah. Itu adalah gol pertama Skotlandia di Piala Dunia sejak 1998, dan Gannon-Doak menjadi aktor di balik terciptanya peluang tersebut.
Perjalanan Gannon-Doak menuju panggung dunia tidaklah mulus. Dua tahun lalu, ia masuk dalam skuad Skotlandia untuk Euro 2024, tetapi cedera memaksanya mundur sebelum turnamen dimulai. Ia juga mengalami tiga cedera besar dalam tiga tahun terakhir, termasuk masalah hamstring yang membuatnya absen lama. "Euro mungkin datang terlalu cepat, dan saya tidak akan memberikan performa terbaik jika dipaksakan," ujarnya dalam wawancara dengan Sky Sports. Kini, ia membuktikan bahwa penantian itu sepadan.
Di luar lapangan, Gannon-Doak memiliki sisi spiritual yang kuat. Ia mengaku rutin berdoa dan membaca Alkitab secara pribadi, sebuah kebiasaan yang membantunya melewati masa-masa sulit akibat cedera. "Saya merasa Tuhan memanggil saya kembali, dan sejak itu saya merasa lebih kuat dan lebih mampu menghadapi tekanan," ungkapnya dalam film dokumenter BBC Scotland. Meski demikian, ia tidak memamerkan keyakinannya di ruang ganti karena menghormati perbedaan keyakinan rekan setimnya.
Bagi Skotlandia, kehadiran Gannon-Doak dan pemain muda lainnya seperti Findlay Curtis membawa angin segar. Mereka tidak dibebani trauma kegagalan kualifikasi di masa lalu atau kekecewaan di Euro. "Mereka bermain dengan bebas, tanpa beban. Itulah yang membuat mereka berbahaya," komentar mantan kapten Skotlandia, Scott Brown, di BBC One. Mantan pemain sayap Pat Nevin menambahkan, "Ia adalah tipe pemain yang diinginkan setiap suporter Skotlandia: berani, kreatif, dan memiliki semangat juang tinggi."
Kemenangan atas Haiti membuka peluang Skotlandia untuk lolos ke fase gugur, meski masih ada dua pertandingan berat melawan lawan-lawan tangguh. Namun, jika Gannon-Doak mampu mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin Skotlandia akan melangkah lebih jauh. Pertanyaan besarnya: bisakah pemain muda ini menjaga konsistensi dan terhindar dari cedera? Jawabannya akan menentukan sejauh mana Skotlandia bisa melangkah di turnamen ini.



