Wakapolri Blusukan ke Megamendung: Hipertensi Mendominasi di Balik Layanan Kesehatan Gratis
Baca dalam 60 detik
- Wakapolri Dedi Prasetyo meninjau langsung bakti kesehatan gratis di Megamendung, Bogor, yang melayani 204 warga dengan temuan hipertensi sebagai kasus terbanyak.
- Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang menggandeng Alumni Akpol 1990 Dhira Brata, menegaskan peran Polri di luar penegakan hukum.
- Hasil skrining menunjukkan urgensi deteksi dini penyakit tidak menular di masyarakat, dengan 45 kasus hipertensi dan 18 kasus diabetes melitus terdeteksi.
Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Dedi Prasetyo turun langsung ke tengah warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, dalam rangkaian Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Minggu (14/6/2026). Dalam kunjungan yang berlangsung di halaman Polsek Megamendung itu, ia menyapa puluhan warga yang mengantre untuk mendapatkan layanan medis gratisโsebuah momen yang jarang terlihat dari seorang pejabat tinggi Polri.
Kegiatan yang digelar bersama Alumni Akpol 1990 Dhira Brata ini tidak hanya menyediakan pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga menyalurkan 500 paket sembako dan 100 kacamata baca. Wakapolri secara khusus menyusuri barisan pengunjung yang didominasi lansia dan ibu rumah tangga, menanyakan kondisi mereka satu per satu. โSehat-sehat terus ya Ibu dan Bapak,โ ucapnya saat menyapa seorang warga yang tengah menunggu giliran.
Dari hasil pemeriksaan, hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan, yakni 45 kasus. Disusul infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebanyak 32 kasus, gastritis atau dispepsia 25 kasus, dan diabetes melitus 18 kasus. Kepala Satuan Kesehatan Pusdokkes Polri, Kombes Alexy Oktoman Djohansjah, mengatakan bahwa temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular. โKami menyiapkan kapasitas untuk 500 orang, tetapi yang datang 204. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan,โ ujarnya.
Wakapolri menekankan bahwa hasil pemeriksaan tidak boleh berhenti di meja dokter. Ia mendorong Polres Bogor dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk melakukan tindak lanjut, terutama bagi pasien dengan hipertensi dan diabetes yang memerlukan pengobatan rutin. โKami ingin masyarakat mendapat manfaat berkelanjutan, bukan sekadar acara seremonial,โ tegas Dedi Prasetyo dalam pernyataannya.
Bagi warga Desa Sukakarya seperti Susanti, kegiatan ini menjadi kesempatan langka untuk memeriksakan kesehatan tanpa biaya. โKami jadi tahu kondisi masing-masing. Pelayanannya ramah, dan Wakapolri sendiri datang menyapa,โ katanya. Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan di daerah penyangga Jakarta, kehadiran Polri sebagai penyedia layanan medis gratis menjadi alternatif yang dinantikan.
Ke depan, model kolaborasi antara institusi kepolisian, alumni akademi, dan pemerintah daerah ini berpotensi direplikasi di wilayah lain. Namun, tantangan keberlanjutan tetap mengemuka: apakah skrining massal seperti ini akan diikuti dengan program pengobatan jangka panjang, atau hanya menjadi agenda tahunan yang manfaatnya menguap begitu acara usai?


