Andrie Yunus Mulai Pulih, Fisioterapi Intensif dan Operasi Mata Masih Ditunggu
Baca dalam 60 detik
- Aktivis KontraS Andrie Yunus menunjukkan pemulihan signifikan tiga bulan pasca penyiraman air keras, dengan kemampuan mandiri untuk mandi dan makan.
- Proses fisioterapi difokuskan pada pemulihan fungsi motorik tangan yang mengalami kontraksi pascaoperasi, sementara mata kanan masih diperban dan menunggu operasi lanjutan.
- LPSK masih memberikan perlindungan ketat karena luka Andrie rentan infeksi, dan keterlibatannya dalam proses hukum akan dilakukan secara daring jika diperlukan.

Tiga bulan setelah insiden penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, kondisi kesehatannya perlahan menunjukkan perkembangan positif. Ia kini mampu melakukan aktivitas dasar secara mandiri, seperti mandi dan makan tanpa bantuan orang lain, meskipun masih menjalani fisioterapi rutin untuk memulihkan fungsi motorik yang terganggu akibat serangkaian operasi.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa dalam sebulan terakhir Andrie menjalani fisioterapi intensif. Prosedur ini diperlukan karena beberapa operasi sebelumnya menyentuh saraf dan otot, sehingga dikhawatirkan terjadi penurunan fungsi. "Fisioterapi itu untuk mengembalikan fungsi motorik karena beberapa proses operasi menyentuh saraf dan otot. Dikhawatirkan ototnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya," kata Dimas, Rabu (17/6/2026).
Hasil terapi mulai terlihat. Andrie sudah bisa melakukan senam ringan dan aktivitas sehari-hari secara mandiri. "Alhamdulillah prosesnya berjalan baik. Dia sudah mulai bisa senam ringan, sudah bisa mandi, dan sudah bisa makan tanpa disuapi," ujar Dimas. Namun, tangan kanan Andrie sempat mengalami kontraksi akibat operasi pada jaringan kulit, sehingga fisioterapi menjadi krusial untuk mencegah kekakuan otot.
Meskipun kondisi fisik umum membaik, perhatian utama tim dokter masih tertuju pada pemulihan mata kanan Andrie. Hingga saat ini, mata kanannya masih diperban untuk melindungi bola mata yang cedera akibat cairan kimia. "Yang dijaga sekarang supaya kondisi bola mata tetap utuh dan fungsi penglihatannya masih bisa dipertahankan," jelas Dimas. Operasi lanjutan pada mata kanan diperkirakan akan dilakukan sekitar Agustus 2026, berdasarkan penjelasan tim dokter pada April lalu.
Andrie kini sudah pulang dari rumah sakit, namun masih berada dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Pembatasan aktivitas di luar rumah dilakukan tidak hanya karena faktor keamanan, tetapi juga karena luka-luka Andrie masih dalam tahap pemulihan dan rentan terhadap infeksi. "Kalau beraktivitas normal di luar dikhawatirkan terjadi infeksi. Karena itu masih ada perlindungan dari LPSK," kata Dimas.
Dalam perkembangan kasus hukum, Andrie masih mengikuti proses melalui keluarga, tim hukum, dan rekan-rekannya di KontraS. Jika sewaktu-waktu keterangannya diperlukan, pemeriksaan kemungkinan dilakukan secara daring atau melalui mekanisme tertulis, mengingat kondisi kesehatannya yang belum sepenuhnya pulih. "Kalau di kepolisian kami belum tahu, tapi kalaupun nanti dia diperiksa, opsinya mungkin tidak langsung," tutup Dimas.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih menjadi sorotan publik, terutama terkait tuntutan pengungkapan pelaku dan motif di balik serangan tersebut. Dengan pemulihan yang bertahap, pertanyaan mengenai keadilan bagi korban kekerasan semacam ini tetap menggantung: akankah proses hukum berjalan transparan dan memberikan rasa keadilan bagi Andrie dan keluarga?



