New York Knicks Akhirnya Juara NBA Setelah 53 Tahun Penantian
Baca dalam 60 detik
- New York Knicks memastikan gelar NBA ketiga mereka setelah menaklukkan San Antonio Spurs 94-90 di gim kelima final.
- Jalen Brunson tampil gemilang dengan 45 poin, memecahkan rekor franchise final, dan dinobatkan sebagai MVP Final.
- Knicks menunjukkan mental juara dengan membalikkan defisit besar di setiap kemenangan, termasuk comeback 29 poin di gim keempat.

New York Knicks akhirnya memutus puasa gelar NBA selama 53 tahun setelah menundukkan San Antonio Spurs 94-90 dalam gim kelima final yang berlangsung di Frost Bank Center, San Antonio, Minggu (12/6) waktu setempat. Kemenangan ini mengunci keunggulan Knicks 4-1 di best-of-seven series dan mengembalikan mereka ke puncak NBA untuk pertama kalinya sejak 1973.
Knicks, yang sebelumnya hanya dua kali merasakan gelar juara (1970 dan 1973), harus bekerja keras di setiap gim kemenangan mereka. Dalam empat kemenangan di final ini, mereka selalu tertinggal setidaknya dua digit angka sebelum akhirnya bangkit. Puncaknya terjadi di gim keempat, ketika Knicks membalikkan defisit 29 poin—sebuah rekor comeback terbesar dalam sejarah final NBA.
Di gim penentu, Knicks kembali tertinggal 16 poin di kuarter kedua dan 10 poin di awal kuarter keempat. Namun, Jalen Brunson, yang kemudian dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) Final secara aklamasi, tampil sebagai motor kebangkitan. Ia mencetak 45 poin, termasuk 15 poin di kuarter pamungkas, memecahkan rekor franchise final yang sebelumnya dipegang Willis Reed (38 poin pada 1970). Brunson juga menjadi pemain keempat dalam sejarah NBA yang mencetak setidaknya 45 poin di gim penentu juara.
“Saya tak bisa berkata-kata. Ini semua yang saya impikan,” ujar Brunson kepada ESPN usai pertandingan. “Saya datang ke New York untuk ini. Setiap kali orang meremehkan kami, kami selalu menemukan cara untuk bangkit. Apa pun yang menghadang, kami akan mencari jalan.”
Brunson, yang bergabung dengan Knicks sebagai free agent pada 2022, memimpin kebangkitan di kuarter keempat dengan mencetak 10 poin beruntun untuk menyamakan skor 83-83 setelah timnya tertinggal 10 poin dengan sisa delapan menit. Ia kemudian memasukkan tembakan krusial yang membuat Knicks unggul 90-88 dengan sisa satu menit. Josh Hart dan OG Anunoby menambah keunggulan lewat tembakan bebas, sementara Mikal Bridges dan Anunoby memastikan kemenangan dengan free throw di detik-detik akhir.
Dari kubu Spurs, Victor Wembanyama—yang dinobatkan sebagai Defensive Player of the Year musim ini—mencatat 19 poin, 14 rebound, dan 5 blok. Namun, ia mengakui kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. “Kami belum siap. Saya belum siap memenangkan cincin, itu jelas,” kata Wembanyama. “Kami tidak kekurangan bakat, tapi kami terlalu banyak melakukan kesalahan. Saya terlalu banyak melakukan kesalahan.”
Bagi penggemar bola basket di Indonesia, kemenangan Knicks ini menjadi pengingat bahwa kerja keras dan ketahanan mental bisa mengubah sejarah. Knicks, yang identik dengan kota New York yang glamor, kini kembali menjadi sorotan global. Dengan Brunson sebagai wajah baru franchise, masa depan tim ini tampak cerah. Pertanyaannya, akankah mereka mampu mempertahankan dominasi di musim-musim mendatang, atau Spurs yang masih muda akan kembali bangkit?



