Blunder Wembanyama Antar Knicks ke Ambang Gelar NBA Setelah 53 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Kesalahan operan Victor Wembanyama pada detik-detik akhir memberi Jalen Brunson peluang memenangkan gim kedua Final NBA.
- New York Knicks unggul 2-0 atas San Antonio Spurs, posisi yang secara historis hanya gagal diraih oleh 5 dari 37 tim sebelumnya.
- Knicks akan menjalani dua gim kandang di Madison Square Garden, dengan peluang besar mengakhiri paceklik gelar sejak 1973.

Kesalahan fatal Victor Wembanyama dalam mengoper bola pada detik-detik kritis menjadi titik balik yang membawa New York Knicks menang dramatis 105-104 atas San Antonio Spurs di gim kedua Final NBA, Jumat (13/6) waktu setempat. Kemenangan ini membuat Knicks unggul 2-0 dalam seri best-of-seven dan hanya tinggal selangkah lagi mengakhiri penantian gelar selama 53 tahun.
Dengan skor imbang 104-104 dan sisa waktu 9,5 detik, Wembanyama yang menjadi motor kebangkitan Spurs di babak kedua melakukan operan silang yang tidak akurat. Bola justru mengenai punggung rekannya, Stephon Castle, dan langsung direbut oleh Jalen Brunson. Wembanyama yang panik segera melanggar Brunson, yang kemudian sukses memasukkan satu dari dua lemparan bebas untuk memastikan keunggulan Knicks. Spurs masih memiliki kesempatan terakhir, tetapi tembakan jarak 20 kaki Wembanyama melesat saat bel berbunyi.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Spurs yang sebelumnya tampil perkasa di babak kedua. Setelah hanya mencetak 4 poin di paruh pertama, Wembanyama bangkit dengan 22 poin di sisa pertandingan, termasuk rentetan 14 poin beruntun di kuarter keempat yang membawa Spurs menyamakan kedudukan. Namun, satu kesalahan di momen genting menghapus seluruh kerja kerasnya.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Wembanyama dengan jujur mengakui kesalahannya. "Saya membuang bola itu. Saya mengacaukannya. Apakah saya akan menyesalinya? Tentu saja. Apakah saya akan menggunakannya sebagai bahan bakar untuk saya dan tim di pertandingan berikutnya? Pasti," ujar pemain asal Prancis berusia 22 tahun itu. Ia juga mengakui bahwa dirinya belum sepenuhnya pulih dari euforia lolos ke Final setelah melewati babak konferensi yang melelahkan.
Di sisi lain, Jalen Brunson kembali menjadi pahlawan Knicks. Setelah menentukan kemenangan di gim pertama dengan performa gemilang di kuarter akhir, Brunson sekali lagi menunjukkan ketenangannya di momen krusial. Ia memuji kepercayaan yang diberikan rekan setimnya sebagai kunci performanya. "Yang terpenting adalah mengetahui bahwa kami bermain di kandang lawan, dan rekan-rekan saya mendukung saya. Kepercayaan yang mereka berikan kepada saya dan sebaliknya telah membawa kami sejauh ini," kata Brunson.
Knicks kini berada dalam posisi yang sangat kuat. Secara historis, tim yang unggul 2-0 di Final NBA memiliki peluang 86,5% untuk menjadi juara. Apalagi, dua gim berikutnya akan digelar di kandang Knicks, Madison Square Garden, New York. Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang lahir di New York, dikabarkan akan hadir pada gim ketiga untuk memberikan dukungan langsung.
Bagi penggemar bola basket di Indonesia, Final NBA tahun ini menyajikan narasi yang menarik: duel antara dua kota besar New York dan San Antonio, serta pertarungan antara bintang muda Wembanyama yang fenomenal melawan pengalaman dan ketenangan Brunson. Jika Knicks berhasil mempertahankan keunggulan, ini akan menjadi momen bersejarah yang dinantikan puluhan tahun. Namun, Spurs yang dilatih Gregg Popovich pasti tidak akan menyerah begitu saja. Mampukah Wembanyama bangkit dari kesalahan dan membawa Spurs membalikkan keadaan? Atau akankah Knicks mengakhiri puasa gelar mereka tepat di depan publik sendiri?



