Seth Rogen Tegaskan Tak Akan Bekerja Sama Lagi dengan James Franco
Baca dalam 60 detik
- Aktor Seth Rogen menyatakan tidak memiliki rencana untuk kembali berkolaborasi dengan James Franco pasca tuduhan pelecehan seksual yang menimpa Franco.
- Keduanya, yang dulu dikenal sebagai sahabat dan rekan kerja dalam sejumlah film sukses, kini telah berjarak selama bertahun-tahun tanpa komunikasi berarti.
- Franco sendiri mengakui kesalahannya dan menyebut hubungan persahabatan mereka telah berakhir, meskipun ia sudah berusaha memperbaikinya.

Seth Rogen, aktor dan komedian yang dikenal lewat berbagai film komedi, secara tegas menyatakan bahwa ia tidak memiliki niat untuk kembali bekerja sama dengan James Franco, mantan sahabat sekaligus rekan berlayarnya. Pernyataan ini disampaikan Rogen dalam wawancara dengan The New York Times, menegaskan bahwa jarak profesional di antara mereka sudah berlangsung lama dan tidak akan berubah dalam waktu dekat.
Rogen dan Franco pertama kali bertemu di lokasi syuting serial Freaks and Geeks pada akhir 1990-an. Sejak saat itu, keduanya menjelma menjadi duo kreatif yang sukses melahirkan film-film seperti Pineapple Express, This Is the End, The Interview, dan The Disaster Artist. Kolaborasi mereka tidak hanya terbatas di depan kamera, tetapi juga di belakang layar sebagai produser. Namun, hubungan itu mulai retak setelah Franco diterpa gelombang tuduhan pelecehan seksual pada 2018.
Rogen mengakui bahwa keputusannya untuk menjauh dari Franco bersifat pribadi dan tidak ingin dibahas lebih jauh di publik. “Saya pikir nuansanya terlalu personal untuk saya bahas sekarang. Ini masalah yang sangat pribadi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sikapnya di depan publik sudah konsisten: tidak ada kerja sama lagi dengan Franco. “Buktinya ada pada hasilnya—saya sudah bertahun-tahun tidak bekerja dengannya,” tegas Rogen.
Franco sendiri mengakui bahwa ia pernah menjalin hubungan intim dengan murid-muridnya saat mengajar di Studio 4. Dalam wawancara dengan The Jess Cagle Podcast, ia menyatakan, “Selama saya mengajar, saya tidur dengan murid, dan itu salah.” Pengakuan ini muncul setelah sekolah aktingnya ditutup menyusul gugatan yang diajukan oleh para mantan siswa pada 2019. Mereka menuduh Franco dan mitranya memaksa siswa untuk melakukan adegan eksplisit di depan kamera.
Dalam wawancara terpisah dengan Variety pada 2024, Franco mengaku sudah berusaha menghubungi Rogen namun tidak mendapat respons. “Saya tidak bicara dengan Seth. Saya mencintainya, kami punya 20 tahun yang hebat bersama, tapi sepertinya sudah berakhir. Bukan karena saya tidak berusaha,” ujarnya. Franco menambahkan bahwa ia sudah menyampaikan betapa berartinya Rogen baginya, namun tampaknya hubungan itu tak bisa diperbaiki.
Kasus ini menjadi pengingat bagaimana industri hiburan global menangani isu pelecehan seksual dan dampaknya terhadap hubungan profesional. Di Indonesia, fenomena serupa juga pernah terjadi, meski dengan skala yang lebih kecil. Publik Indonesia kerap menyoroti pentingnya akuntabilitas di industri kreatif, terutama setelah gerakan #MeToo merebak. Meskipun tidak ada nama besar seperti Rogen dan Franco di dalam negeri, kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi para pelaku industri untuk lebih menjaga etika dan batasan profesional.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah Franco masih bisa bangkit kembali di Hollywood, atau apakah reputasinya sudah terlalu ternoda untuk kembali dipercaya. Sementara itu, Rogen tampaknya akan terus melanjutkan kariernya tanpa bayang-bayang masa lalu. Bagi penggemar yang berharap melihat duet mereka lagi, jawabannya sudah jelas: tidak dalam waktu dekat.



