Piala Dunia 2026: Pantai Gading Incar Sejarah, Bekuk Ekuador di Laga Perdana
Baca dalam 60 detik
- Pantai Gading bertekad lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah tiga kali gagal pada edisi 2006, 2010, dan 2014.
- Tim asuhan Emerse Fae mengandalkan pemain muda berbakat seperti Amad Diallo dan Guela Doue yang siap mengejutkan Ekuador di laga pembuka Grup E.
- Catatan impresif di laga uji coba—mengalahkan Skotlandia, Korea Selatan, dan Prancis—menjadi modal berharga bagi The Elephants.
Pantai Gading memulai petualangan di Piala Dunia 2026 dengan misi besar: menembus babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka. Tim berjuluk The Elephants itu akan menghadapi Ekuador di laga perdana Grup E yang digelar di Philadelphia, Minggu (14/6) waktu setempat. Kegagalan di tiga edisi sebelumnya—2006, 2010, dan 2014—menjadi motivasi tambahan bagi skuad muda yang haus prestasi.
Pelatih Emerse Fae, yang pada 2006 hanya menjadi pemain cadangan saat timnya tersingkir di fase grup, kini memimpin generasi baru yang penuh percaya diri. “Kami percaya pada kemampuan sendiri dan yakin bisa melangkah jauh,” ujar Fae dalam wawancara dengan FIFA. Ia menekankan bahwa pertandingan pembuka sangat krusial untuk menentukan langkah selanjutnya. “Memulai dengan kemenangan akan menempatkan kami di posisi terbaik untuk maju lebih jauh.”
Guela Doue, kakak dari bintang Paris Saint-Germain Desire Doue, menjadi salah satu motor serangan Pantai Gading. Ia menegaskan timnya sudah mempersiapkan diri secara maksimal. “Kami sangat bertekad dan tidak akan meninggalkan satu pun celah dalam persiapan,” kata Doue. Ia juga menyebut bahwa timnya yang “muda, bersemangat, dan tak kenal takut” harus bermain dengan emosi tinggi karena sebagian besar pemain menjalani debut Piala Dunia.
Penyerang muda Bazoumana Toure (20 tahun) dari TSG Hoffenheim mengaku emosional saat mengetahui namanya masuk skuad final. “Bermain di Piala Dunia adalah mimpi besar saya. Kami melihat Gervinho dan Didier Drogba mengharumkan nama negara, dan sekarang giliran kami,” ujarnya. Toure yakin Ekuador akan terkejut dengan pendekatan permainan Pantai Gading yang agresif dan penuh kejutan.
Fae menekankan pentingnya fleksibilitas taktik. “Begitu organisasi pertahanan rapi, saya suka memberi kebebasan pada pemain. Mereka harus kreatif, punya imajinasi, dan tidak melakukan hal yang sama berulang kali. Di era video analisis, kami harus sulit ditebak,” jelasnya. Strategi itu terbukti efektif saat mereka mengalahkan Prancis 2-1 di laga uji coba, dengan gol dari Amad Diallo dan Guela Doue.
Pertandingan melawan Ekuador diprediksi berjalan sengit. Kedua tim datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses di kualifikasi. Pantai Gading mencatat delapan kemenangan, dua hasil imbang, dan 10 clean sheet dalam 10 laga kualifikasi CAF. Sementara Ekuador finis di posisi kedua klasemen CONMEBOL, di atas Brasil. “Ini akan menjadi pertarungan fisik, tapi tim saya punya jawabannya,” tegas Fae.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan kebangkitan sepak bola Afrika yang kerap menjadi inspirasi bagi negara berkembang. Pantai Gading, dengan skuad muda dan pelatih yang ambisius, bisa menjadi kuda hitam yang patut diperhitungkan. Akankah The Elephants akhirnya memecahkan kutukan fase grup? Jawabannya akan mulai terjawab Minggu nanti.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539806/original/017629400_1774621491-20260327AA_Timnas_Indonesia_vs_Sein-06.jpg)
