Pierre Sage Ingin Bawa Pulang Odsonne Edouard ke Crystal Palace
Baca dalam 60 detik
- Pierre Sage, calon manajer baru Crystal Palace, mendorong klub untuk merekrut kembali Odsonne Edouard dari Lens.
- Edouard, yang sempat bersinar di bawah asuhan Sage di Lens dengan 14 gol musim lalu, dikabarkan ingin kembali ke Selhurst Park.
- Langkah ini menuai pro dan kontra di kalangan pendukung Palace, mengingat performa Edouard yang naik-turun selama periode pertamanya.

Crystal Palace bersiap memasuki era baru di Selhurst Park. Pierre Sage, pelatih asal Prancis yang sukses membawa Lens meraih gelar Coupe de France dan finis kedua di Ligue 1 musim lalu, diyakini akan menjadi nahkoda anyar The Eagles. Sage dikabarkan telah menyetujui kontrak berdurasi tiga tahun dengan opsi perpanjangan satu musim.
Kepergian Oliver Glasner meninggalkan jejak yang tak mudah diikuti. Pelatih asal Austria itu berhasil mengantarkan Palace meraih trofi perdana dalam sejarah klub: Piala FA, Community Shield, dan Conference League. Kini, Sage dituntut untuk mempertahankan standar tinggi tersebut. Salah satu ujian pertamanya adalah strategi rekrutmen, dan Sage tampaknya sudah memiliki target prioritas.
Menurut laporan SportsBoom, Sage secara pribadi mendorong Palace untuk merekrut kembali Odsonne Edouard, striker yang pernah membela klub pada 2021β2024. Edouard, yang bergabung dengan Lens secara permanen musim panas lalu, disebut-sebut juga ingin kembali ke London selatan. Sage dan Edouard memiliki hubungan kerja yang erat di Lens, di mana sang pemain menikmati kebangkitan performa dengan torehan 14 gol di semua kompetisi musim lalu.
Keputusan untuk memulangkan Edouard tentu tidak tanpa risiko. Selama periode pertamanya di Palace, pemain berusia 27 tahun itu hanya menunjukkan kilatan talenta yang membuatnya diburu dari Celtic. Konsistensi menjadi masalah utama, dan musim terakhirnya dihabiskan dengan status pinjaman di Leicester City. Namun, kebangkitan di Lens bersama Sage menjadi sinyal bahwa potensi terbaik Edouard bisa kembali tergali.
Bagi pendukung Palace, langkah ini memicu perdebatan. Sebagian menilai Edouard bukanlah solusi jangka panjang di lini depan, sementara yang lain percaya bahwa chemistry dengan Sage bisa menjadi katalis. Di tengah bursa transfer yang kompetitif, Palace perlu bergerak cepat jika ingin mengamankan jasa pemain yang masih terikat kontrak dengan Lens hingga 2027.
Dari sudut pandang sepak bola Indonesia, kisah ini mengingatkan pada pentingnya hubungan pelatih-pemain dalam membangkitkan performa. Banyak klub Liga 1 yang juga mengandalkan reuni antara pemain dan mantan pelatih untuk mendongkrak prestasi. Jika Sage berhasil mengulang suksesnya bersama Edouard di Palace, ini bisa menjadi studi kasus tentang bagaimana kepercayaan dan pemahaman taktis mampu mengubah karier seorang pemain.
Pertanyaan besarnya: akankah Sage dan Edouard kembali bersatu di Selhurst Park? Ataukah Palace akan mencari opsi lain yang lebih aman? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah serangan The Eagles di musim mendatang.



