Aaron Sorkin Gagal Gaet Jesse Eisenberg untuk Sekuel The Social Network
Baca dalam 60 detik
- Sutradara Aaron Sorkin menghabiskan tiga hari membujuk Jesse Eisenberg agar kembali memerankan Mark Zuckerberg dalam film terbarunya, namun ditolak.
- Eisenberg enggan karena tidak ingin lagi diidentikkan dengan pendiri Facebook tersebut, termasuk pengalaman tak nyaman di bandara.
- Peran Zuckerberg akhirnya jatuh ke Jeremy Strong, sementara film akan mengungkap skandal Facebook Files 2021.

Aaron Sorkin, sutradara dan penulis naskah pemenang Oscar untuk The Social Network (2010), harus menerima kenyataan pahit: Jesse Eisenberg menolak mentah-mentah tawarannya untuk kembali memerankan Mark Zuckerberg dalam film terbaru berjudul The Social Reckoning. Upaya Sorkin membujuk aktor tersebut selama tiga hari penuh berakhir tanpa hasil.
Dalam wawancara dengan Vanity Fair, Sorkin mengungkapkan bahwa Eisenberg tidak lagi bersedia dikaitkan dengan sosok pendiri Facebook. โSaya merasa peran itu miliknya, dan dia sudah teruji. Namun dia benar-benar tidak ingin disamakan dengan Mark Zuckerberg lagi. Dia punya masalah pribadi dengan orang itu,โ ujar Sorkin. Eisenberg, menurut Sorkin, kerap didatangi anak-anak muda di bandara yang memintanya menandatangani kartu bisnis bertuliskan โIโm CEO, b****โ โ sebuah referensi pada adegan ikonik di The Social Network.
Eisenberg sendiri sebelumnya sudah menyiratkan keengganannya. Dalam wawancara di acara Today, ia mengatakan, โSaat memerankan karakter tertentu, pada titik tertentu kamu merasa sudah tumbuh menjadi sesuatu yang lain.โ Ia menegaskan bahwa penolakannya tidak ada kaitannya dengan kualitas film yang akan dibuat Sorkin.
Peran Zuckerberg akhirnya diberikan kepada Jeremy Strong, aktor yang dikenal lewat serial Succession. Strong memuji naskah film tersebut sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia baca. โNaskah ini berbicara tentang zaman kita, menyentuh hal-hal paling sensitif yang terjadi di dunia. Karakternya menarik, kompleks, dan saya mendekatinya dengan hati-hati, empati, dan objektivitas,โ kata Strong kepada Hollywood Reporter.
The Social Reckoning akan mengupas skandal Facebook Files, yaitu serangkaian artikel Wall Street Journal pada Oktober 2021 yang mengungkap praktik internal Facebook, termasuk dampak buruk platform terhadap remaja, penyebaran kekerasan, dan pengaruhnya terhadap politik global. Film ini juga akan menyoroti peran Frances Haugen, mantan insinyur Facebook yang menjadi pelapor utama, serta jurnalis Jeff Horwitz (diperankan Jeremy Allen White) yang menulis artikel tersebut.
Bagi penonton Indonesia, kisah ini relevan mengingat Facebook (kini Meta) memiliki basis pengguna besar di Tanah Air. Kasus Facebook Files pernah memicu diskusi tentang regulasi media sosial di Indonesia, termasuk perlindungan data pribadi dan moderasi konten. Film ini berpotensi kembali menghidupkan perdebatan tentang tanggung jawab platform digital terhadap dampak sosialnya, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
Dengan pergantian pemeran utama dan fokus pada sisi gelap Facebook, The Social Reckoning tidak hanya menjadi sekuel, melainkan juga kritik tajam terhadap industri teknologi. Pertanyaannya, akankah film ini mampu menyamai kesuksesan The Social Network yang meraih tiga Oscar? Atau justru akan menjadi pengingat bahwa kisah Zuckerberg masih menyisakan banyak luka yang belum terobati?


