Stellar Blade: Blood Rain Hadirkan Protagonis Baru dan Kostum Lebih Menawan
Baca dalam 60 detik
- Shift Up memperkenalkan Evie, protagonis baru yang lebih muda dan kecil dari Eve, dengan kepribadian lebih kuat dalam sekuel Stellar Blade: Blood Rain.
- CEO Hyung-tae Kim menjanjikan variasi kostum yang lebih 'menarik' dibanding game pertama, sebagai daya tarik utama bagi penggemar.
- Game ini dijadwalkan rilis setelah Summer Game Fest 2026, dengan cerita berfokus pada unit khusus yang memburu teroris.

Shift Up, pengembang game asal Korea Selatan, secara resmi memperkenalkan sekuel terbaru dari seri Stellar Blade bertajuk Blood Rain dalam ajang Summer Game Fest 2026. Tidak sekadar kelanjutan cerita, game ini menghadirkan protagonis baru bernama Evie yang dirancang lebih muda, lebih kecil, namun memiliki kepribadian yang lebih kuat dibanding pendahulunya, Eve.
Dalam wawancara eksklusif dengan IGN, Hyung-tae Kim, CEO Shift Up, mengungkapkan bahwa Evie bukanlah sekadar pengganti Eve. Karakter ini sengaja diciptakan dengan pendekatan berbeda: penampilan fisik yang lebih imut dipadukan dengan karakter yang tegas dan lugas. "Saya sangat menyukai penampilan Eve di game sebelumnya. Namun untuk Evie, bukan hanya fisiknya, tetapi kepribadian, cara bicara, dan gaya bertarungnya akan menyatu menjadi karakter yang sangat menggemaskan," ujar Kim.
Dari segi alur cerita, Blood Rain akan mengikuti misi Evie yang tergabung dalam satuan tugas elite untuk memburu kelompok teroris yang melancarkan serangan di berbagai penjuru kota. Latar ini memberikan ruang bagi eksplorasi tema perlawanan dan moralitas yang lebih gelap dibandingkan pendahulunya. Meski demikian, Kim menegaskan bahwa elemen khas Stellar Blade—pertarungan cepat dan kostum ikonik—tetap dipertahankan dan bahkan ditingkatkan.
Salah satu daya tarik utama yang dijanjikan adalah koleksi kostum yang lebih melimpah dan dirancang dengan gaya "lebih menarik"—istilah yang digunakan Kim dalam wawancara. Bagi penggemar seri pertama, kostum-kostum ini menjadi elemen penting yang mendorong eksplorasi dan replayability. Dengan janji variasi yang lebih luas, Blood Rain tampaknya ingin memanjakan pemain yang menikmati aspek kustomisasi karakter.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran sekuel ini patut dicermati mengingat basis penggemar game aksi Jepang/Korea yang cukup besar di Tanah Air. Stellar Blade pertama sukses menarik perhatian berkat desain karakter yang kontroversial namun populer. Dengan pendekatan baru pada protagonis dan penekanan pada kostum, Shift Up sepertinya ingin memperluas daya tarik tanpa kehilangan identitas. Pertanyaan besarnya: apakah perubahan ini cukup untuk mempertahankan penggemar lama sekaligus menarik pemain baru? Jawabannya baru akan terlihat saat game dirilis penuh, yang kemungkinan besar terjadi pada 2027 mendatang.



