Piala Dunia 2026 Dibuka di Meksiko: Shakira Meriahkan, Protes Warnai Luar Stadion
Baca dalam 60 detik
- Meksiko mengalahkan Afrika Selatan 2-0 di laga pembuka Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Azteca, disaksikan 80.000 penonton.
- Penampilan Shakira, J Balvin, dan Andrea Bocelli memeriahkan upacara pembukaan, namun bentrok antara polisi dan demonstran mewarnai area luar stadion.
- Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara (Meksiko, AS, Kanada) menjadi ajang unjuk kekuatan sepak bola global sekaligus sorotan terhadap isu sosial di Meksiko.

Piala Dunia 2026 resmi bergulir di Stadion Azteca, Mexico City, dengan upacara pembukaan yang meriah. Namun di balik gemerlap panggung dan sorak sorai suporter, bentrokan antara polisi dan kelompok demonstran mewarnai area luar stadion, mengingatkan bahwa pesta sepak bola terbesar di dunia tak lepas dari gejolak sosial.
Pertandingan perdana antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan berakhir dengan kemenangan 2-0 bagi El Tri. Ribuan suporter memadati stadion berkapasitas 82.000 kursi itu, menciptakan atmosfer yang oleh banyak pihak disebut sebagai salah satu yang paling meriah dalam sejarah Piala Dunia. Namun euforia itu sedikit terusik oleh aksi protes yang terjadi di luar arena.
Menurut keterangan resmi pemerintah Meksiko, sekitar 800 demonstran terlibat dalam aksi unjuk rasa. Dari jumlah tersebut, hampir 200 orang bertopeng memisahkan diri dan terlibat bentrok dengan aparat keamanan. Polisi bergerak cepat mengamankan situasi, meskipun sempat terjadi penutupan sementara stasiun metro terdekat. Aksi protes ini digerakkan oleh berbagai elemen, termasuk guru dan keluarga korban hilang akibat perang narkoba yang berkepanjangan di Meksiko.
Bagi Meksiko, menjadi tuan rumah Piala Dunia adalah momentum kebanggaan sekaligus tantangan. Negara ini terakhir kali menggelar turnamen serupa pada 1986. Kini, bersama Amerika Serikat dan Kanada, Meksiko menjadi salah satu dari tiga negara penyelenggara. Setiap tuan rumah menggelar upacara pembukaan sendiri. Upacara di AS dijadwalkan berlangsung di Los Angeles pada hari Jumat, dengan penampilan Katy Perry, Future, Lisa, dan Anitta.
Di dalam stadion, kemeriahan tak terbendung. Penonton disuguhi pertunjukan spektakuler yang memadukan unsur budaya Meksiko dan musik global. Fher Olvera, vokalis band Maná, membawakan lagu klasik Oye Mi Amor. Sementara itu, Andrea Bocelli dan penyanyi K-Pop Ejae membawakan lagu resmi turnamen berjudul DNA. Alejandro Fernández, putra legenda Vicente Fernández, memimpin nyanyian lagu kebangsaan Meksiko yang diikuti puluhan ribu penonton.
Konteks Indonesia: Meski tak ada keterlibatan langsung Timnas Indonesia, Piala Dunia 2026 tetap relevan bagi penggemar sepak bola Tanah Air. Turnamen ini menjadi ajang unjuk gigi para pemain diaspora dan klub-klub Eropa yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia. Selain itu, pertunjukan musik global yang melibatkan artis K-Pop dan Latin juga menarik minat generasi muda Indonesia yang akrab dengan budaya pop internasional.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Meksiko mampu menjaga keamanan dan kelancaran turnamen di tengah tekanan sosial yang ada. Bentrokan di hari pertama menjadi sinyal bahwa pemerintah harus bekerja ekstra keras. Namun, bagi para suporter, sepak bola tetaplah pemenang. Seperti diungkapkan Javier Pérez, seorang penggemar yang datang bersama keluarganya, "Kami beruntung bisa menyaksikan langsung. Ini pengalaman yang tak terlupakan."

