Slade Kembali Bersinar, Willis Pamit ke Prancis: Drama Premiership Menuju Semifinal
Baca dalam 60 detik
- Henry Slade tampil gemilang saat Exeter mengalahkan Saracens 32-12, mengamankan tiket semifinal dan mengakhiri era pelatih Mark McCall.
- Tom Willis, pemain terdepan dalam carry dan offload, akan hengkang ke Bordeaux-Begles setelah gagal membawa Saracens ke empat besar.
- Northampton mencetak rekor 104 try musim reguler, tetapi pertahanan rapuh menjadi kekhawatiran menjelang semifinal derbi melawan Leicester.

Dua nama sentral mewarnai babak semifinal Premiership Rugby musim ini: Henry Slade yang kembali menemukan performa terbaiknya, dan Tom Willis yang harus mengucapkan selamat tinggal setelah Saracens gagal melaju. Exeter Chiefs, berkat kontribusi besar Slade, sukses menyingkirkan Saracens dengan skor 32-12 di Sandy Park, Sabtu lalu. Kemenangan itu memastikan tempat Exeter di semifinal, sekaligus mengakhiri era kepelatihan Mark McCall yang telah membawa Saracens meraih banyak gelar.
Slade, yang terakhir kali memperkuat Inggris pada November lalu, tampil dominan di sisi sayap. Ia mencetak try pembuka pada babak kedua yang memicu serangan bertubi-tubi Exeter, dan melakukan tekel penyelamat terhadap Rotimi Segun sebelum jeda. Penampilan ini membuat namanya kembali diperhitungkan untuk skuad Inggris, terutama setelah Ollie Lawrence dan Max Ojomoh kehilangan tempat. Pelatih serangan Exeter, Dave Walder, tak ragu memuji: "Jika saya yang memilih tim Inggris, Henry Slade pasti ada di dalamnya."
Di sisi lain, Tom Willis menjadi sorotan meski Saracens tersingkir. Pemain berusia 27 tahun itu memuncaki statistik Premiership untuk carry, offload, dan defender beaten sepanjang musim reguler. Namun, keputusannya untuk bergabung dengan juara Eropa Bordeaux-Begles membuatnya tidak dipanggil lagi oleh pelatih Inggris Steve Borthwick sejak Oktober. Kepergian Willis ke Prancis dinilai sebagai kerugian besar bagi Inggris, mengingat belum ada pemain nomor delapan lain yang mampu menyamai level permainannya.
Northampton Saints menorehkan sejarah dengan menjadi tim pertama yang mencetak 100 try dalam satu musim reguler Premiership. Mereka finis dengan 104 try, unggul lima dari rekor mereka sendiri pada 2021-22. Namun, catatan itu diiringi dengan pertahanan yang rapuh—Saints kebobolan lebih banyak try daripada tim mana pun di enam besar. Menjelang semifinal derbi melawan Leicester Tigers di Franklin's Gardens, Jumat malam, pelatih bertahan Lee Radford yang akan hengkang ke Skotlandia harus memikirkan cara menambal kebocoran itu. Leicester sendiri pernah menghajar Saints 41-17 pada pertemuan terakhir di liga.
Sementara itu, Bath Rugby masih menunggu kondisi Finn Russell. Pemain andalan asal Skotlandia itu absen sejak pertengahan Mei karena cedera betis. Pelatih Johann van Graan memilih tidak memaksakan Russell saat melawan Leicester, dan keputusan itu terbukti tepat setelah Bath menang 24-22 berkat hat-trick dari prop Thomas du Toit. Namun, menghadapi Exeter di semifinal, van Graan mengakui bahwa timnya membutuhkan performa penuh dari semua pemain. "Dia dalam kondisi bagus, tapi belum sempurna," ujar van Graan tentang Russell.
Final Premiership yang akan digelar pada 20 Juni di Allianz Stadium, Twickenham, menjanjikan kemeriahan ekstra. Trofi baru seberat 26 kg—terberat dalam olahraga Inggris—akan diperebutkan, dengan rencana pawai masuk ala tinju dan kemungkinan pemain yang dipasangi mikrofon. Pertanyaan besarnya: akankah Slade kembali ke timnas Inggris, atau justru Willis yang akan membuat Borthwick menyesal?



