Robin Williams Bawa Karakter Mrs Doubtfire ke Jalanan, Bikin Orang Tak Sadar
Baca dalam 60 detik
- Matthew Lawrence, lawan main Robin Williams di Mrs Doubtfire, mengungkap kenangan sang aktor sering berjalan-jalan di publik dengan kostum lengkap Mrs Doubtfire untuk menguji aktingnya.
- Williams tanpa segan mendekati orang asing dan berinteraksi seolah-olah ia benar-benar seorang pengasuh Skotlandia, membuat banyak orang percaya bahwa mereka bertemu wanita tua yang ramah.
- Kenangan ini kembali mengemuka dalam panel reuni film yang masih dikenang sebagai salah satu komedi keluarga terbaik era 1990-an, menunjukkan warisan Williams yang tak lekang waktu.

Robin Williams, aktor legendaris yang dikenal dengan improvisasi jeniusnya, ternyata tak pernah benar-benar meninggalkan karakter Mrs Doubtfire begitu kamera berhenti berputar. Matthew Lawrence, yang memerankan putranya dalam film klasik 1993 itu, mengungkap bahwa Williams kerap keluar studio dalam kostum lengkap sang pengasuh Skotlandia—lengkap dengan riasan tebal dan wig—hanya untuk berbaur dengan publik tanpa dikenali.
Lawrence, kini berusia 46 tahun, menceritakan pengalaman itu dalam sebuah panel reuni di Los Angeles. Menurutnya, Williams sering mengajaknya jalan-jalan di trotoar sambil tetap berperan sebagai Mrs Doubtfire. “Dia akan merangkul seseorang, kali itu saya, lalu berjalan di jalan, memulai percakapan dengan orang-orang, dan hanya ingin melihat apakah dia bisa lolos sebagai pengasuh saya,” kenang Lawrence. Yang mengejutkan, reaksi orang-orang sangat positif. Banyak yang mengira mereka sedang berbincang dengan seorang wanita tua yang ramah, bukan aktor Hollywood papan atas.
“Mereka akan pergi dengan berpikir, ‘Oh, wanita yang menyenangkan’,” tambah Lawrence. Aksi spontan ini menunjukkan sisi lain Williams yang tak hanya brilian di layar, tetapi juga gemar menghadirkan tawa di kehidupan nyata. Bagi Lawrence, momen-momen itu menjadi kenangan paling berharga selama syuting film yang disutradarai Chris Columbus tersebut.
Mrs Doubtfire sendiri bukan sekadar komedi biasa. Di balik kelucuannya, film ini menyentuh tema perceraian dan perjuangan seorang ayah untuk tetap dekat dengan anak-anaknya. Williams memerankan Daniel Hillard, seorang ayah yang menyamar sebagai pengasuh bernama Euphegenia Doubtfire demi bisa mengurus ketiga anaknya setelah bercerai. Penampilannya yang memadukan humor slapstick dengan kehangatan emosional membuat film ini melekat di hati penonton hingga tiga dekade kemudian.
Bagi penonton Indonesia, Mrs Doubtfire juga punya tempat khusus. Tayangan ulang di televisi nasional dan platform digital seperti Netflix atau Disney+ Hotstar masih sering menghadirkan film ini, terutama saat liburan keluarga. Kisah Williams mengingatkan bahwa komedi berkualitas mampu melampaui batas budaya dan generasi. Namun, di balik tawa, ada pelajaran tentang pentingnya peran orang tua dalam kehidupan anak—sebuah nilai universal yang relevan di tengah tingginya angka perceraian di Indonesia.
Warisan Williams tidak hanya terletak pada film-filmnya, tetapi juga pada cara ia memperlakukan orang di sekitarnya. Lawrence, yang juga dikenal lewat serial Brotherly Love, kerap menyebut Williams sebagai panutan. “Dia mengajari saya bahwa akting bukan hanya tentang menghafal naskah, tetapi tentang menghadirkan kegembiraan,” ujarnya. Sejak kepergian Williams pada 2014, banyak rekan kerja yang mengenang kebaikan dan improvisasinya yang brilian, menjadikannya sosok yang tak tergantikan di industri hiburan.
Ke depan, pertanyaan yang muncul: mampukah komedi keluarga modern meniru kedalaman emosional yang dibawa Williams? Ataukah Mrs Doubtfire akan tetap menjadi standar emas yang sulit ditandingi?



