Lando Norris Terpuruk di Monaco: Start Kedelapan, Harapan Podium Pupus
Baca dalam 60 detik
- Lando Norris hanya mampu mengamankan posisi kedelapan pada kualifikasi GP Monaco, menandai akhir pekan yang berat bagi McLaren di seri ke-1.000 mereka.
- Masalah kelistrikan pada sesi latihan Jumat membuat Norris kehilangan waktu pengembangan, sementara tim gagal mengejar ketertinggalan dari Mercedes dan Ferrari.
- Pembalap asal Inggris itu mengakui peluang naik podium sangat tipis dan kini fokus pada perbaikan mobil untuk GP Barcelona pekan depan.
Lando Norris harus mengakui bahwa mimpi meraih kemenangan beruntun di Sirkuit Monte Carlo kandas sudah sejak akhir pekan ini dimulai. Pembalap McLaren itu hanya mampu menempati posisi kedelapan pada sesi kualifikasi GP Monaco, Sabtu (5/6), dan mengakui butuh keberuntungan besar untuk bisa menembus posisi tiga besar pada balapan Minggu.
McLaren menjalani akhir pekan yang sulit di seri ke-1.000 mereka di ajang Formula 1. Norris mengalami masalah kelistrikan pada sesi latihan kedua Jumat malam, yang memaksa para insinyur bekerja hingga larut untuk memperbaikinya. Akibatnya, ia kehilangan waktu berharga untuk menyempurnakan setelan mobil. Pada latihan bebas ketiga Sabtu pagi, Norris hanya mencatat waktu tercepat kesembilan, tertinggal lebih dari satu detik dari Kimi Antonelli (Mercedes).
Di sesi kualifikasi, Norris berhasil memperkecil jarak, namun kesalahan kecil pada putaran terakhir—terjadinya penguncian ban—menghilangkan peluangnya untuk meraih posisi yang lebih baik. Ia akan start bersama rekan setimnya, Oscar Piastri, di baris keempat. "Kami sudah tertinggal sejak awal akhir pekan dan kualifikasi membuktikannya," ujar Norris. "Kami memang membuat kemajuan dari sesi latihan, tapi itu juga karena mobil-mobil cepat lebih konservatif sementara kami sudah memacu maksimal."
Norris, yang tahun lalu finis kedua di Monaco, kini harus realistis. Sirkuit Monte Carlo terkenal sempit dan minim peluang menyalip. Ia mengakui bahwa balapan Minggu nanti lebih menjadi ajang pembelajaran menjelang GP Barcelona pekan depan. "Kami tahu apa yang kurang, dan lebih baik menyadarinya sekarang daripada di pertengahan musim," kata Norris. "Besok kami akan agresif dalam strategi dan siap memanfaatkan momen safety car, tapi menyalip di sini sulit. Fokus utama adalah meningkatkan mobil, terutama stabilitas belakang dan downforce, agar kami bisa menerapkan performa seperti di Miami ke trek seperti Barcelona."
Piastri juga tidak memasang target tinggi. Pembalap Australia itu mengatakan meski ada perbaikan keseimbangan mobil sejak Jumat, kecepatan masih kurang. "Melihat ke depan, kami harus realistis. Sirkuit ini terkenal sulit untuk menyalip, dan kami tidak berharap itu berubah. Apa pun bisa terjadi di Monaco, jadi mari kita lihat apa yang bisa kami lakukan," ujarnya.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, performa McLaren yang mengecewakan di Monaco menjadi pengingat bahwa persaingan di papan atas masih didominasi oleh Red Bull, Ferrari, dan Mercedes. Meski Norris sempat menunjukkan taji di Miami, konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim asal Woking. Dengan sirkuit Barcelona yang lebih konvensional, pekan depan akan menjadi ujian sesungguhnya apakah McLaren mampu kembali ke jalur persaingan atau justru semakin tertinggal.
Pertanyaan besarnya: mampukah McLaren bangkit di Barcelona, ataukah ini awal dari tren negatif yang akan menghambat ambisi Norris merebut gelar juara dunia?


