IHSG Menguat Tipis, Investor Asing Masih Jual Bersih Rp1,37 Triliun
Baca dalam 60 detik
- IHSG ditutup naik 1,11% ke 6.195,43, ditopang BREN dan AMMN, namun aksi jual asing masih deras.
- Empat sektor melemah, transportasi paling tertekan; FTSE Russell rebalancing jadi katalis pekan ini.
- Rekomendasi saham: AMRT, KETR, AALI, MIDI, IRSX dengan level buy dan target harga spesifik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa (2/6), meskipun tekanan jual dari investor asing masih berlanjut. Indeks acuan tanah air menguat 1,11% ke level 6.195,43, didorong oleh lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar di sektor energi dan tambang.
Penguatan IHSG terutama ditopang oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang melesat 24,85%, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 17,88%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menguat 3,05%. Namun, di sisi lain, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 2,64%, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melemah 2,55%, dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) terkoreksi 6,64%, menjadi pemberat utama indeks.
Investor asing masih membukukan aksi jual bersih senilai Rp1,37 triliun di pasar reguler dan Rp1,39 triliun di seluruh pasar. Secara sektoral, hanya empat dari 11 sektor yang ditutup di zona hijau. Sektor transportasi menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 3,33%, sementara sektor energi memimpin penguatan sebesar 1,61%.
Dari pasar global, indeks utama Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones naik 0,45% ke level 51.307, S&P 500 bertambah 0,13% menjadi 7.609, sedangkan Nasdaq bergerak relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,03% ke posisi 27.093. Sentimen positif dari Wall Street turut mendukung penguatan IHSG, meskipun tekanan jual asing masih membayangi.
Pelaku pasar saat ini juga mencermati dampak rebalancing indeks FTSE Russell yang akan berlangsung bulan ini. Perhatian tertuju pada masuknya kembali empat emiten yang sebelumnya keluar dari indeks, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CNMA), dan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Sementara itu, ETF Indonesia EIDO turun 0,23%, sedangkan indeks MSCI Indonesia naik 0,74%.
Dari sisi emiten, PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) menargetkan belanja modal tahun 2026 sebesar Rp300 miliar, meningkat dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp202,55 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan kawasan golf, proyek properti di Bali dan Sentul, serta berbagai fasilitas pendukung yang menjadi bagian dari strategi pengembangan destinasi golf terintegrasi. Pada tahun ini, perseroan juga berencana meluncurkan proyek The Links Golf Villa Belitung yang berdiri di atas lahan seluas 8.990 meter persegi dengan total 44 unit vila. Selain itu, pada kuartal IV-2027, perseroan menargetkan peluncuran Banyan Tree Pecatu Bali Hotel yang akan memiliki 70 kamar tipe vila dengan tarif rata-rata sekitar Rp1 juta per malam. Dari sisi pergerakan saham, GOLF masih bergerak dalam rentang konsolidasi di kisaran Rp155 hingga Rp167 per saham.
Di sisi lain, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memulai program pengeboran berlian (diamond deep drilling) sedalam 3.600 meter di Tambang Emas Pani untuk mengevaluasi potensi mineralisasi emas pada lapisan yang lebih dalam. Tambang Emas Pani saat ini diperkirakan memiliki sumber daya mineral sebesar 291,5 juta ton dengan kadar emas rata-rata 0,75 gram per ton, setara dengan sekitar 7 juta ons emas. Tahap awal program eksplorasi mencakup enam titik pengeboran. Satu unit rig telah beroperasi, sementara rig kedua dijadwalkan mulai beroperasi pada bulan depan guna mempercepat proses eksplorasi. Secara teknikal, saham EMAS berpeluang menguji area Rp8.050 yang menjadi salah satu level resistensi terdekat.
PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) menetapkan dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar Rp4 per saham atau setara Rp23,36 miliar. Nilai tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 77,33% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp5 per saham senilai Rp29,20 miliar pada November 2025. Dengan demikian, total dividen tahun buku 2025 mencapai Rp9 per saham atau sekitar Rp52,56 miliar. Kinerja AXIO sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pendapatan meningkat 31,05% secara tahunan menjadi Rp1,62 triliun dari Rp1,23 triliun pada 2024. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik 21,68% menjadi Rp67,97 miliar dari Rp55,86 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan kinerja tersebut turut mendorong laba per saham naik menjadi Rp12 dari sebelumnya Rp10. Pada penutupan perdagangan 2 Juni, saham AXIO berada di level Rp113 per saham. Berdasarkan harga tersebut, dividen final memberikan imbal hasil sekitar 3,54%, sementara total dividend yield tahun buku 2025 mencapai 7,96%. Perseroan menetapkan cum dividen pada 8 Juni 2026, sedangkan pembayaran dividen final dijadwalkan pada 2 Juli 2026.
Berikut rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini: AMRT (Buy 1350-1370, TP 1400-1430, SL 1290), KETR (Buy 640-650, TP 670-680, SL 610), AALI (Buy 6725-6775, TP 6900-7025, SL 6400), MIDI (Buy 294-300, TP 308-312, SL 280), IRSX (Buy 364-368, TP 380-386, SL 344). Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.
Ke depan, pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh hasil rebalancing FTSE Russell serta kelanjutan aksi jual asing. Jika tekanan jual asing mereda dan sentimen global tetap positif, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level resistance 6.250-6.300. Namun, jika aksi jual asing kembali deras, indeks berpotensi terkoreksi ke support 6.100. Investor disarankan mencermati saham-saham dengan fundamental kuat dan dividen menarik seperti AXIO, serta memanfaatkan momentum koreksi untuk akumulasi bertahap.