Mariano Peralta Kokoh di Puncak: Deretan Pemain Asing Termahal BRI Super League 2025/2026
Baca dalam 60 detik
- Mariano Peralta, gelandang serang Borneo FC, menjadi pemain asing dengan nilai pasar tertinggi di BRI Super League musim 2025/2026, mencapai Rp13,04 miliar.
- Lima besar pemain asing termahal didominasi oleh pemain dari Argentina, Brasil, Jepang, dan Belanda, dengan kontribusi signifikan terhadap performa tim masing-masing.
- Nilai pasar pemain asing yang tinggi mencerminkan peningkatan kualitas kompetisi dan daya tarik investasi klub terhadap talenta internasional.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568832/original/022758800_1777377639-Gemini_Generated_Image_c3n2anc3n2anc3n2.jpg)
BRI Super League 2025/2026 resmi berakhir pada 23 Mei 2026 dengan Persib Bandung kembali meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun. Namun di balik dominasi Maung Bandung, persaingan musim ini menyisakan catatan menarik: daftar pemain asing dengan nilai pasar tertinggi yang didominasi oleh talenta asal Amerika Selatan dan Asia.
Berdasarkan data nilai pasar terkini, Mariano Peralta, playmaker Borneo FC asal Argentina, memuncaki daftar pemain asing termahal dengan nilai Rp13,04 miliar. Pemain berusia 28 tahun itu menjadi motor serangan Pesut Etam sepanjang musim, mencatatkan 20 gol dan 14 assist dari 34 pertandingan—tanpa absen satu laga pun. Kontribusinya yang mencapai 65 persen dalam gol berdampak dan 54 persen assist berdampak membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik liga musim ini.
Di posisi kedua, Juan Felipe Villa, rekan setim Peralta di Borneo FC, juga asal Argentina, memiliki nilai pasar Rp11,30 miliar. Gelandang serang berusia 27 tahun itu mencetak 13 gol dan 9 assist dari 31 penampilan, membawa Borneo FC menjadi runner-up. Adaptasinya yang cepat di Liga Indonesia menjadi bukti kualitas pemain impor yang semakin selektif.
Peringkat ketiga ditempati Maxwell, striker Persija Jakarta asal Brasil, dengan nilai Rp10,43 miliar. Meski baru satu musim merumput di Indonesia, pemain 31 tahun itu langsung menjadi mesin gol Macan Kemayoran dengan 16 gol dan 4 assist dari 31 laga. Namun kontraknya telah habis, sehingga masa depannya di Persija masih tanda tanya.
Dua pemain Bali United melengkapi lima besar: Thijmen Goppel asal Belanda dan Teppei Yachida asal Jepang, masing-masing dengan nilai Rp10,43 miliar. Goppel, yang bermain sebagai penyerang kanan, menunjukkan konsistensi dengan tampil di seluruh 34 pertandingan musim ini, menyumbang 7 gol dan 7 assist. Sementara Yachida, gelandang serang berusia 24 tahun, baru bergabung pada Januari 2026 namun langsung menjadi andalan dengan 6 gol dan 4 assist dari 17 penampilan.
Menariknya, pemain termahal di BRI Super League secara keseluruhan adalah Thom Haye, gelandang naturalisasi Timnas Indonesia yang memiliki nilai pasar lebih tinggi dari Peralta. Namun karena statusnya sebagai pemain lokal (naturalisasi), ia tidak masuk dalam kategori pemain asing. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan naturalisasi turut memengaruhi peta nilai pasar di liga.
Fenomena nilai pasar pemain asing yang tinggi ini mengindikasikan peningkatan kualitas BRI Super League. Klub-klub tidak lagi ragu menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan pemain asing berkualitas, yang pada gilirannya meningkatkan daya saing dan daya tarik liga di kancah regional. Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah tren ini akan berlanjut seiring dengan rencana pembatasan kuota pemain asing oleh PSSI? Musim depan akan menjadi ujian bagi keseimbangan antara investasi pemain impor dan pengembangan talenta lokal.



