PSS Sleman Gaspol Proyek Training Ground, Kim Kurniawan: Ini Kebutuhan Krusial
Baca dalam 60 detik
- PSS Sleman tengah menggarap Project Unity, sebuah kompleks latihan terpadu yang mencakup tiga lapangan, mess pemain, hingga pusat e-sport.
- Kapten tim Kim Jeffrey Kurniawan menekankan bahwa fasilitas latihan modern menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing klub.
- Proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Super Elja setelah promosi ke BRI Super League 2026/2027.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5356636/original/059209400_1758477796-1000092780.jpg)
Manajer sekaligus kapten PSS Sleman, Kim Jeffrey Kurniawan, menyatakan optimismenya terhadap realisasi pembangunan training ground anyar yang tengah dirancang manajemen. Menurutnya, fasilitas tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendesak untuk menopang performa tim di kompetisi tertinggi.
Kim mengakui bahwa ia dan rekan setim sangat menantikan proyek ambisius yang dijuluki Project Unity tersebut. "Kami pemain tentu berharap besar agar ini terwujud. Sejauh yang saya tahu, progresnya masih on track," ujar gelandang berusia 36 tahun itu dalam keterangan yang diterima media.
PSS Sleman memang tidak hanya membidik kesuksesan jangka pendek. Setelah memastikan promosi ke BRI Super League 2026/2027 sebagai runner-up Pegadaian Championship 2025/2026, manajemen mulai membangun fondasi agar klub mampu bersaing secara berkelanjutan. Project Unity menjadi pilar utama dari rencana besar tersebut.
Kim menilai keberadaan training ground terpusat akan berdampak signifikan terhadap profesionalisme tim. "Fasilitas latihan yang memadai adalah faktor penting. Kami berdoa dan berharap proses pembangunan bisa segera memasuki tahap realisasi," tambah pemain yang juga adik ipar Irfan Bachdim itu.
Sebelumnya, Direktur PSS Yoni Arseto mengungkapkan bahwa desain Project Unity sudah diperlihatkan kepada publik melalui area Mini Museum 50 Tahun PSS di Stadion Maguwoharjo. Namun, lokasi pasti pembangunan masih dirahasiakan. Kompleks tersebut direncanakan memiliki luas lahan yang cukup besar dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk masjid, kantor pusat latihan, serta plaza komersial.
Langkah PSS Sleman ini sejalan dengan tren klub-klub Liga Indonesia yang mulai serius membangun infrastruktur. Dengan adanya training ground sendiri, diharapkan efektivitas latihan meningkat dan pemain lebih fokus tanpa harus berpindah-pindah lokasi. Bagi tim promosi seperti Super Elja, investasi jangka panjang seperti ini menjadi kunci untuk bertahan di level tertinggi.
Pertanyaan besarnya, mampukah PSS merealisasikan proyek megah ini tepat waktu dan menjaga konsistensi performa di musim perdana mereka di BRI Super League? Jawabannya akan menentukan apakah Super Elja hanya numpang lewat atau benar-benar siap menjadi kekuatan baru di sepak bola Indonesia.



